(Komplek Masjid Roudhotul Muchlisin tampak luar)
 
Predikat negara dengan 1001 masjid yang indah nan mengagumkan bagi saya pantas diberikan kepada negara Turki. Bagaimana tidak, banyak masjid yang berdiri megah disana yang merupakan objek dari serangkaian panjang sejarah atas kemenangan umat islam pada masa Turki Utsmani. Masjid dengan gaya arsitektur masa Ottoman Empire ini mempunyai ciri khas menarik yang membedakan masjid ini dengan masjid-masjid di belahan dunia yang lain. Hal tersebut menjadi salah satu alasan para wisatawan berwisata dengan nuansa religi di negara dengan julukan “negara kebab” ini.

Tidak perlu jauh-jauh kesana bagi masyarakat Jember yang ingin menikmati keindahan masjid seperti yang ada di Turki. Cukup dengan pergi ke jantung kota Jember, kita bisa mendapati masjid bernuansa Turki. Saat akan memasuki masjid, kita sudah disambut dengan neon box ukuran besar berwarna merah yang bertuliskan “ROUDHOTUL MUCHLISIN”, yang berarti Surganya Orang Ikhlas. Tidak hanya disambut oleh neon box tersebut, di bagian selatan neon box kita dapat melihat air mancur yang sangat besar, dan akan lebih mengagumkan lagi jika kita berkunjung saat malam hari karena terdapat lampu berwarna-warni bergantian memancarkan cahayanya diantara air mancurnya.

Seiring berjalannya waktu, makna wisata religi mulai meluas. Selain ziarah makam, kini mengunjungi masjid yang memiliki nilai sejarah ataupun nilai estetika yang tinggi juga disebut sebagai wisata religi. Saat ini, Masjid Roudhotul Muchlisin menjadi salah satu destinasi wisata Jember bernuansa religi yang banyak dikunjungi. Awalnya, masjid yang terletak di Jalan Gajah Mada no. 180, Kaliwates Kidul ini berdiri sejak tahun 1978. Setelah 31 tahun berdiri dan telah difungsikan sebagaimana mestinya,  pada tahun 2009 mulai dilakukan pemugaran secara total. Sempat mangkrak beberapa tahun, akhirnya pada bulan Maret 2017 lalu masjid ini diresmikan. Yang harus diketahui adalah masjid ini bukanlah milik pemerintah kabupaten Jember, melainkan merupakan tanah wakaf pribadi milik H. Hendi Siswanto yang sekaligus menjadi Ketua Yayasan Masjid Roudhatul Muchlisin. Di tanah wakaf yang luasnya hampir satu hektar ini terdiri dari beberapa bangunan, antara lain: masjid berlantai dua dengan luas bangunan 1500 m2, tempat wudhu + toilet pria dan wanita (yang terpisah dengan bagian masjid), kantor dan kediaman pengurus, dan food corner.
(Masjid Roudhotul Muchlisin tampak dalam)  
Satu kata yang bisa diucapkan saat menginjakkan kaki pertama kali di masjid ini adalah, “MasyaAllah..”. Tampilan luar masjid yang sangat mengagumkan ini mampu menghipnotis siapapun yang memandangnya. Bahkan kita seakan-akan sedang dibawa ke Istanbul-Turki melalui pintu ajaib milik doraemon. Arsitekturnya terlihat megah bak masjid-masjid klasik yang berada di Turki pada umumnya. Dinding luar yang dilapisi cat berwarna kuning emas dan putih menjadikan masjid ini nampak “WAH” dan elegan. Kubahnya berpola mosaik dengan warna merah dan oranye. Jendela-jendelanya berukuran raksasa dengan bingkai warna hijau dan berhiaskan lafadz اَللهُ dan Ù…ُØ­َÙ…َّدٌ. Tak cukup sampai situ saja kita dikagumkan dengan masjid ini. Ketika kita masuk ke bagian dalamnya, mata kita akan dimanjakan dengan keindahan arsitektur islami dan ornamen-ornamennya yang unik. Seluruh dindingnya bertuliskan kaligrafi ayat-ayat suci al qur’an dan asmaul husna. Pilar-pilar penyangganya berukuran besar dan kokoh. Selain itu, terdapat lampu-lampu kecil yang menempel pada pilar yang dihiasi dengan tulisan lafadz اَللهُ. Sajadah berwarna merah yang panjang tergelar bak permadani merah yang terhampar. Hal yang tersebut di atas membuat atmosfer Istanbul-Turki yang kian kental dan terasa. Lantai duanya pun tak kalah mengagumkan. Saat kita melihat ke bawah, kita bisa melihat bagian lantai satu seperti menggunakan “mode panorama” dalam smartphone kita, sangat luas. Biasanya lantai dua digunakan untuk kegiatan mengaji bagi anak-anak di sore hari. Suara mereka yang bersemangat dan lantang menyuarakan senandung al-quran membuat hati siapapun akan tersentuh saat mendengarnya. Selain arsitekturnya yang mempunyai nilai estetika yang tinggi, masjid ini juga mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap. Bagi para wanita yang lupa atau kebetulan tidak membawa alat sholat, masjid ini menyediakan cukup banyak mukenah yang tentunya selalu dirawat dan tidak lusuh. Bagi para pria pun begitu, masjid ini menyediakan cukup banyak sarung. Bukan hanya itu, di masjid ini terdapat jalan untuk para difabel memasuki masjid secara mudah. MasyaAllah, ini mencerminkan bahwa Masjid Roudhotul Muchlisin terbuka bagi siapapun hamba Allah untuk beribadah tanpa terkecuali.

Di sebelah tenggara masjid terdapat bangunan, berkubah tetapi bukan masjid, itu adalah tepat wudhu+toilet untuk pria dan wanita. Saat akan memasukinya, kaki kita akan dibasuh dengan genangan air yang sirkulasinya tetap terjaga. Tujuannya, agar kaki kita suci dari najis. “Bersih..” begitulah kata yang dapat menggambarkan tempat itu. Air keran mengalir dengan lancar membuat siapapun nyaman untuk berwudhu. Tempat wudhu disini menyediakan dudukan untuk mempermudah para lansia (lanjut usia) dan difabel yang akan berwudhu. Saya bisa menjamin “kamar mandi kumuh” tidak akan kita temui di komplek Masjid Roudhotul Muchlisin. Selain masjidnya yang terwat, tempat untuk bersucinya pun juga terawat (tempat wudhu dan toilet). 

Silih berganti orang-orang datang kemari. Hal ini membuat masjid yang selalu terbuka 24 jam ini tidak pernah sepi oleh pengunjung. Menurut salah satu juru parkir di Muchlisin (singkat orang-orang menyebutnya), pada hari Jumat-Minggu (weekend) pengunjung yang datang mengalami kenaikan yang cukup signifikan bila dibanding dengan hari Senin-Kamis (weekday). Bahkan lahan parkir yang cukup luas di dalam area masjid tidak lagi bisa menampung kendaraan, khususnya parkir kendaraan roda empat. “Kalo pas ramai-ramainya, parkiran mobil yang di dalam sudah tidak muat lagi. Jadi ya parkirnya di luar pagar dan hal tersebut sudah mendapat izin dari pihak Satlantas.”, ujarnya.  Pengunjung yang ingin singgah bukan hanya datang dari masyarakat Jember sendiri saja, melainkan ada juga yang berasal dari luar kota. Kendaraan-kendaraan yang parkir bukan hanya yang berplat nomor P (kode plat nomor wilayah kota eks Karesidenan Besuki), melainkan ada juga yang berplat nomor luar. Hal ini membuat kota Jember makin rame!!

Masjid ini terbilang mempunyai fasilitas yang sangat memadai dan lengkap. Selain sarana dan prasarana untuk beribadah yang terpenuhi, disini juga ada food court. Diresmikan pada bulan Ramadhan tahun lalu, food court yang bernama “Food Court Az-Zahra” ini tiap harinya juga tidak pernah sepi pengunjug. Pembangunan food court ini menurut saya sangat tepat, karena melihat pengunjung yang datang bukan hanya berasal dari sekitar Jember saja. Mungkin juga ada para musafir yang singgah untuk beribadah dan juga sedang ingin beristirahat sejenak dan ingin mengisi perutnya yang kosong. Menu yang ditawarkan beraneka ragam, misalnya siomay, soto, rawon, rujak cingur, tahu tek, sate, nasi goreng, mie ayam, jus buah dan lain-lain. Harganya pun terjangkau sekitar Rp. 7.000, 00- Rp. 25.000, 00.

Masjid Roudhotul Muchlisin kini menjadi ikon wisata religi di kota Jember. Selain fasilitasnya memadai, harus diakui bahwa masjid ini juga mempunyai daya tarik yang tinggi karena arsitekturnya indah bernuansa Istanbul-Turki. Jadi selain beribadah, pengunjung juga bisa berswafoto sebagai bentuk kenang-kenangan telah singgah ke masjid ini. Untuk kalian yang belum pernah ke Masjid Roudhotul Muchlisin, tunggu apalagi? Kuy ke Masjid Roudhotul Muchlisin, rasakan sensasi beribadah di masjid Istanbul-Turki tanpa perlu terbang ke Turki :)  “Beribadah tuma’ninah, Berwisata dapat barokah..”

“Artikel ini diikut sertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2”
Info lebih lengkapnya teman-teman bisa langsung buka website: 
www.tamanbotanisukorambi.com
www.bloggerjembersueger.com




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!! ^-^
Prolog dulu bentar, dikit satu paragraf ajaa...
Tiga bulan lamanya sudah tidak produktif akibat kemalasan diri saya sendiri wkwkwk. Nggak males-malesan sih sebenernya. Cuma, youtube merupakan sumber godaan yang utama yang membuat saya tidak produktif (tidak belajar juga huhuu). Untuk liburan UAS ini saya mau sok sibuk, tiap hari mau ngadep laptop, berusaha mencari informasi yang insyaAllah bermanfaat yang sekiranya bisa saya tulis disini (padahal sih seringnya dengerin lagu Mbak Nella). Mari teman-temanku sekalian, kita berusaha untuk produktif dengan selalu mengembangkan basic yang kita punyaiii.. :)

Dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita dapati orang yang melakukan kesalahan. Atau mungkin bahkan kita yang berbuat salah. MISAL NIH: (story 1) Ada temen yang ngajakin ketemuan jam 8 pagi. Eh taunya dia baru sampe jam 10. Kitanya sudah on time, lah dia malah baru bangun jam 9. (story 2) Temen yang omongannya nyakitin hati. Padahal dianya niat bercanda, eh taunya kelewatan nyakitin hati kita. (story 3) Kita ngechat temen kita (penting dan butuh untuk dibales) dan lama banget nggak dibales. Tetiba dia bikin story tanpa buka chat kita. Waduhh pasti pada sering nih gregeten sama temen yang kayak begini wkwkwk. (story 4) Waktu kelompokan, temen kita diamanahi buat bawa sesuatu yang penting di kelompok. Pada saat hari H, dianya malah nggak masuk dan tanpa ada kabar apapun sebelumnya. (story 5) Ada temen yang minjem barangnya kita. Eh taunya pas dibalikin barangnya rusak dan gak bisa dibenerin. NAH!! Dari beberapa contoh cerita di atas, pasti kalian pernah ngalamin kan? Gimana rasanya kalo jadi korbannya (pihak yang terciderai/?)? Sakit hati? Gemess? Habis kesabaran? Ah pasti beragam ya rasanya, tergantung kita bagaimana menyikapinya. Boleh tulis pengalaman kalian di kolom komentar kalo ada yang lebih ngeselin yaa wkwkwk..
Sering kali kita mendengar kalimat, “Manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa”, “Manusia bukanlah makhluk yang sempurna”. Seriiing banget denger kalimat itu kalo ada temen atau seseorang lah yang melakukan suatu kesalahan ataupun kekhilafan. Seakan-akan kalimat diatas menjadi tameng bagi si pembuat kesalahan itu. Menjadi alasan utama agar perbuatannya itu menjadi termaklumi dan termaafkan. Tapi setelah dipikir-pikir, ya emang bener juga. Manusia adalah makhluk biasa, bukan nabi, bukan rasul, bukan malaikat. Pasti pernah berbuat salah dan dosa.
Si korbannya ini pasti punya beragam respon kalo udah merasa terciderai hatinya #alaydah. Jangan korban deh nyebutnya, sebut saja si yang terdzolimi. (Pertama) Ada yang saat dia sakit hati, dia malah ingin balas dendam ke temennya yang berbuat salah (yang mendzolimi). Balas dendam punya dua cara. Balas dendam secara langsung alias sesuai atau setimpal dengan kesalahan yang dilakukan dan balas dendam melalui doa. Balas dendam yang dibalas dengan perbuatan yang setimpal ini yang nggak baik. Muncul kalimat, “Coba dia ngerasain apa yang aku rasain, tunggu saja balasan dariku..”, “Kamu bisa berbuat gitu ke aku, masak aku nggak bisa gituin kamu?” sebenarnya sangat wajar seperti itu, namanya juga orang sakit hati kan. Sini juga dongkol gitu, kitanya nggak salah udah bener, eh dianya malah nyakitin. Hal yang seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah (yang ada malah berlaurt-larut), juga akan membuat penyakit hati. Capek sendiri jadi kitanya. Jangan begitu ya teman-teman.. semoga kita selalu senantiasa dilindungi dari segala penyakit hati, aamiiin.. Nah lanjut bahas yang melalui doa. Yang melalui doa ini memang merupakan hak prerogatif untuk dia yang terdzolimi. Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. [Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38]. Dari dalil itu pun kita dapat menarik kesimpulan, doa orang yang terdzolimi ini sungguh mustajab. Misal ada yang berbuat salah sama kita, terus kita berdoa, “Ya Allah balaslah perbuatan yang sudah dia lakukan padaku, balaslah ya Allah”. Itu sangat tidak apa-apa wahai temanku, karena memang itu adalah hak yang diberikan Allah kepada kita. Kita boleh ambil kesempatan itu untuk berdoa.
(Kedua) Dia tidak mau balas dendam tetapi dia ingin bisa menuntut di akhirat. “Aku tidak akan balas dendam pada dia, biar lah kelak di akhirat aku akan menuntutnya.” Ada dua cara penuntutan di akhirat. Yang pertama, catatan amal baik orang yang mendzolimi diberikan kepada yang terdzlomi. Yang kedua, jika ternyata amalan baik yang dia punyai telah habis, maka amal buruk punya yang si terdzolimi akan ditimpakan padanya. Dalam bentuk sebuah cerita misalnya begini nih. Si A semasa hidupnya punya banyak amalan baik yang dapat dipastikan dia bisa masuk surga. Tetapi, saat persidangan di akhirat, tiba-tiba muncul si B, “Ya Allah, dulu si A pernah mendzolimi saya. Dia pernah menyakiti saya dengan memfitnah dan mengolok-ngolok saya. Saya mohon dia bisa mengganti rugi atas perbuatannya itu ya Allah.” Akhirnya sebagian amalan si A diberikan kepada si B. Lunas sudah ganti rugi kepada si B. Saat akan melangkah lagi menuju surga, tetiba muncul si C, si D, si E, si F yang juga menuntut hal yang sama kepada si A. Alasannya pun sama, karena si A pernah mendzolimi mereka. Tanpa disadari, amalan baik si A udah habis untuk menebus kesalahannya sendiri. Dan ternyata masih ada si G dan H yang menuntut pula. “Ya Allah, bagaimana saya bisa menebus kesalahan saya jika amalan baik saya telah habis?” langkah yang kedua, yakni amalan buruk di G dan H ditimpakan kepada di A. “Ya Allah, saya tidak pernah mencuri, saya tidak pernah berzina, saya tidak pernah meninggalkan sholat. Mengapa ini menjadi amalan buruk saya?” ternyata, amalan-amalan itu pernah dilakukan oleh si G dan si H. Yang sebenarnya tidak pernah kita lakukan, tetapi akibat kedzoliman kita terhadap orang lain, maka dosa-dosa tersebut diberikan pada kita, naudzubillah. Semoga hal yang dicontohkan barusan tidak terjadi pada kita..
Melihat poin pertama dan kedua, ternyata ngeri sekali loh jika kita pernah bebuat dzolim pada orang lain, menyakiti hati mereka. Kita tidak tahu apa yang menjadi pilihan keputusan orang yang pernah didzolimi oleh kita. Bisa saja dia balas dendam atau bisa saja dia akan menuntut kita di akhirat kelak. Melihat kengerian tersebut, sebaiknya kita menghindari hal-hal yang dapat menyakiti ataupun mengecewakan seseorang. Sebisa mungkin kita menjaga lisan ataupun perbuatan kita kepada orang lain. Urusan hati, perasaan siapa yang tau kan...
(Ketiga) Dia memaafkan, tidak mau balas dendam juga tidak mau menuntut, dan bahkan mendoakan orang yang mendzoliminya. Ini sungguh perilaku yang paling mulia diantara ketiganya. “Maaf” memang menjadi kata paling sering diucapkan oleh orang yang mendzolimi kepada yang terdzolimi. Itu ya kalo yang mendzolimi sadar akan kesalahannya ya. Kalo yang nggak sadar itu loh, lebih ngeselin dan menyakitkan hati :’) Kembali lagi pada kalimat di paragraf awal, “Manusia adalah makhluk biasa yang tak luput dari kesalahan”. Yang terdzolimi sadar akan hal tersebut, manusia di mata Allah kedudukannya sama. Sebenarnya jika akan membalas maupun menuntut dia sangat punya kuasa, tapi dia ingat “Allah yang menciptakan aku dan dia saja Maha Pemaaf. Pantaskah aku sebagai hamba-Nya yang lemah ini tidak memaafkan perbuatan saudaraku itu?” memaafkan juga mempunyai beberapa manfaat, antaranya: masalah antara kita dan dia selesai, ukhuwah/ persaudaraan kita tetap terjaga, dan menghindari diri kita dari penyakit hati. Seseorang yang menjadi pemaaf mempunyai kedudukan yang mulia, bahkan derajatnya sama seperti nabi, rasul, dan para syuhada. Saking mulianya akhlak para pemaaf loh, masyaAllah :)
Seorang yang pemaaf juga diberi surga yang spesial oleh Allah. “…dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di saat lapang dan susah (sempit) dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali Imran 133 dan 134). Sungguh besar nikmat yang Allah berikan pada orang mukmin yang pemaaf. Tidak ada sedikitpun kerugian bagi orang yang pemaaf walau dalam wujud konkretnya dia terlihat lemah dan mengalah. Tapi disitulah titik kemenangan/ keuntungan dari orang yang memaafkan.
Ada suatu kisah saat Rasulullah hendak hijrah ke Thaif. Awalnya, beliau disambut baik oleh warga disana. Tetapi, saat warga disana mengetahui bahwa kedatangan Rasulullah kesana adalah untuk menyebarkan ajaran islam, mereka mulai benci dengan Rasulullah. Mereka mencela, mencaci, bahkan melempar batu pada Rasulullah. Karena hal tersebut, Rasulullah akhirnya meninggalkan Thaif. Saat di perjalanan, Jibril datang pada Rasul dan menawarkan agar warga Thaif diberi pelajaran dengan ditimpakan gunung yang sangat besar ke desanya. Tapi, Rasul lebih memilih untuk memaafkan warga Thaif dan menyuruh Jibril tidak melakukan hal itu. Dengan kelapangan hatinya, Rasulullah hanya mengakatakan bahwa warga Thaif masih tergolong sebagai orang jahiliyah, beliau memaafkan dan beliau mendoakan agar mereka segera diberi hidayah oleh Allah. Sungguh mulianya akhlak Rasulullah, masyaAllah :)
Rasulullah menganjurkan ada 2 perkara yang harus dilakukan saat kita akan memaafkan seseorang, yakni: MENGINGAT kebaikan orang lain kepada kita dan keburukan kita kepada orang lain dan; MELUPAKAN kebaikan kita kepada orang lain dan keburukan orang lain kepada kita. Mari kita resapi dan pelan-pelan memahami anjuran tersebut. Agar hati bisa menjadi tentram, ada baiknya saat seorang berbuat salah, ingat-ingatlah perbuatan baik dia yang pernah dilakukan untuk kita, dan kita sendiri harus selalu intropeksi apa saja yang menjadi keburukan kita. Misal, si I hari ini membentak kamu, padahal kamu tidak salah apa-apa. Membentaknya hingga mengolok-ngolok dan menyakitkan hati. Ingin banget kamu marah balik ke dia. Tapi sebelumnya yang harus kamu ingat adalah si I ini pernah baik ke kamu, dia pernah nolong kamu waktu kamu kesusahan. Kamu bukan manusia yang suci, punya juga keburukan. Daripada marah, lebih baik kamu bermuhasabah (intropeksi dan evaluasi) diri. Dengan langkah yang pertama ini, insyaAllah kita akan lebih mudah memaafkan orang lain. Berikutnya, berusaha melupakan kebaikan kita pada orang lain dan melupakan pula keburukan orang lain. Bagi saya, orang yang selalu mengingat-ngingat kebaikan yang dilakukannya terhadap orang lain adalah orang yang sombong. Bagaimana tidak, seakan-akan dia selalu bangga dengan kebaikan yang dia lakukan. Padahal, jika dibandingkan dengan orang lain kebaikan dia belum tentu ada apa-apanya. Poin yang paling penting dan susah nih, melupakan keburukan orang lain. Kalo sudah sakit hati, apa lagi buat orang yang baperan nih, susah banget ngelupain kesalahan orang lain. Selalu ingat dan suka ngungkit-ngungkit gitu. Ada cara yang mungkin insyaAllah ampuh nih biar kita jadi orang yang amnesia terhadap keburukan orang lain. Caranya yaitu banyakin berdoa. “Robbighfirli : Warkhamni Wajburni Warfa'ni Warzukni Wahdini Wa'afini Wa'fuanniyang artinya: “Ampuni aku ya Allah; dan kasihanilah aku; dan tutupi kekuranganku; dan tinggikan derajatku; dan berilah aku petunjuk; dan berilah aku kesehatan; dan maafkan aku.”
Memaafkan adalah perbuatan yang tidak mudah. Apalagi kesalahan yang dilakukan oleh seseorang itu sangat menyakitkan hati kita. Butuh pembiasaan agar hati ini mudah dan lapang memaafkan orang lain. Dengan kita melakukan 2 perkara yang dianjurkan oleh Rasulullah, insyaAllah hati kita akan lebih mudah memaafkan orang lain. Ayo teman-teman, mari sama-sama mulai detik ini kita membiasakan diri untuk lebih mudah memaafkan orang lain, mudah lupa dengan kesalahan orang lain. Hidup ini terlalu singkat jika kerjaan kita hanya terus-terusan nginget kesalahan orang lain. Jadilah pemaaf yang amnesia wkwkwk :D

Cukup sekian yang bisa saya bagikan ke temen-temen pada kesempatan kali ini, semoga kita bisa selalu semangat dalam memperbaiki diri yaa, aamiiin.. oh iya, sebenernya tulisan saya ini sebagian juga meresume dari kajiannya ustadzah Haneen Akira. Nih monggo yang ada waktu luang bisa langsung dibuka disini.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^-^




(Setelah satu bulan lebih tidak berkunjung..)
Sebelumnya, saya mau bilang terimakasih dulu teruntuk 50 teman responden dari snapgram saya yang mungkin bisa saja bagi kalian hanya dilewati saja snapgram itu tanpa perlu ngeklik pollingnya ahahaha. Semoga gerakan tangan kalian itu bisa menjadi pahala karena sudah membuat amal senang :D Jadi, isi polling kemarin malam itu saya tanya begini, “Mana yang lebih baik?” (antara AMBISI dan OBSESI). Dan hasilnya, 84% responden memilih AMBISI yang lebih baik daripada OBSESI (16%). Emang apa sih AMBISI dan OBSESI itu? Coba kita telaah bersama eaaak...
Ambisi dan obsesi selalu dikaitkan dengan upaya, harapan, dan keinginan. Kebanyakan dari kita masih menganggap dua kata tersebut saling bersinonim. Ambisi=Obsesi, Obsesi=Ambisi. Tetapi, harus diketahui bahwa ambisi dan obsesi mempunyai sudut pandang arti yang berbeda. Menurut KBBI, ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu, sedangkan obsesi adalah gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Nah, dari dua pengertian tersebut jelas tampak bahwa ambisi dan obsesi berbeda. Ambisi lebih terlihat sebagai perilaku positif, sedangkan obsesi cenderung negatif.
“Setiap yang berlebihan pasti akan menimbulkan keburukan”. Ini pun berlaku bagi orang yang mempunyai ambisi dan obsesi yang berlebihan, yakni akan mengakibatkan keburukan di kemudiannya. Ambisi yang berlebihan dengan diikuti rasa emosional yang tinggi akan bisa pula menjadi obsesi. Orang yang berambisi maupun berobsesi banyak sekali kita temui dalam kehidupan nyata. Dalam dunia akademik, karir, agama, politik, dan masih banyak lagi. Semua itu muaranya hanya satu, yakni pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Saat sangat mengupayakan suatu hal dengan cara yang matang, ini bisa kita sebut berambisi. . Saat sangat mengupayakan suatu hal dengan cara yang tidak diperhitungkan dan dibarengi dengan emosional, ini bisa dikatakan berobsesi. Berambisi lebih bisa mengontrol diri saat usahanya dirasa gagal, namun obsesi tidak demikian. Ketika gagal, seorang yang obsesif kurang bisa mengontrol diri, sampai pada kemungkinan terburuknya yakni depresi, setress, gangguan jiwa. Yang akan repot juga kan orang-orang sekitar kita kalo udah gitu. Sifat yang obsesif itu lebih baik kita hindari.
Kadang juga kalo ada temen yang niat banget, pengen banget tujuannya tercapai, suka mengupayakan segala hal dengan kemampuan dan kesanggupan yang maksimal, kita suka ngatain dia, “Ih kamu ambis banget ya”. Pernah denger kan ada yang bilang gitu? Atau malah kata-kata itu ditujukan ke kamu? :p Bagaimana pandangan kalian tentang orang yang ambis? Ada yang suka berkomentar, “Hidupnya nggak nyantai” “Maksa banget” “Nggak woles” “Egois sekali” dan lain sebagainya. Kalo diliat-liat nih, seorang yang ambis biasanya nggak disukain sama temennya. Dengan berbagai macam alasan yang masuk akal. Kalo saya pribadi, saya kurang suka dengan orang yang ambis karena emang biasanya dalam mencapai suatu yang diinginkannya itu maksain banget. Bagi saya, bolehlah kita itu ambis, ambis yang pada tempatnya. Dan kebanyakan dari teman-teman, belum meletakkan sifat ambisiusnya itu secara tepat. Jatohnya, ya nggak disenengin sama temen-temennya deh. Ini masih ambisi, belum lagi kalo ada niat berobsesi kan, semakin ngeri. Jadi, untuk temen-temen, hindari ya berobsesi atau berambisi yang berlebihan..
Menurut psikolog Tika Bisono, “Ambisi itu sesuatu yang baik, setiap orang harus memilikinya. Karena ambisi merupakan cita-cita atau apa yang ingin dituju atau roh seorang manusia untuk survive dalam hidupnya. Kalau orang tidak memiliki ambisi, berarti dia tidak mengisi kehidupannya”. Saya sangat setuju dengan pernyataan ini. Tiap dari diri kita perlu untuk berambisi. Berambisi dalam kebaikan. Bayangkan saja jika seseorang sama sekali tidak berambisi dalam hidupnya. Sungguh, hidupnya seperti tidak ada upaya dan kerja kerasnya. Nggak pernah greget gitu hidupnya, hambar tiada rasa. Hidup ini bagaikan kompetisi. Layaknya kompetisi pada umumnya, hidup juga ada yang menang dan ada yang kalah. Apa yang mau kita capai, ya harus kita usahakan. Supaya apa? Ya supaya menang :)) “Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan”, dalil ini secara tersirat juga memerintahkan kita, dalam berkompetisi kita memerlukan adanya ambisi. Ambisi menjadi sarana perwujudan untuk mencapai tujuan yang akan dituju. Dengan adanya ambisi, seseorang akan semakin terpacu, semangat, dan terdorong untuk melakukan hal yang akan dicapai dengan cara-cara yang telah ia pikirkan secara matang. Misal dalam contoh konkretnya begini: Seorang mahasiswa ingin membahagiakan orang tuanya dengan cara dia bercita-cita ingin lulus 3,5 tahun dan mendapatkan predikat cumlaude. Saat yang diniatkan bukan hanya sekedar niat, dalam artian ia melakukan action, “Talk less, do more!” dia pasti sudah pasang strategi bagaimana cara mencapai keinginannya tersebut. Dengan rutin belajar, semua nilai harus dapat minimal AB, tugas selalu dikerjakan dengan maksimal, dan banyak cara lainnya. Di dalam contoh ini, dia sedang bersaing. Bersaing dengan siapa? Dengan sisi lain dari dirinya yang tidak menginginkan keinginannya itu tercapai (maksudnya: sisi saat dia yang malas, dia yang pesimis, dia yang tidak bersemangat).  Kalo dia berhasil mencapai keinginannya, berarti ambisi dia menang dari sisi buruknya dia. Semoga temen-temen paham maksud dari cerita saya ini ahahahaha..
Jadi, sebetulnya mana yang lebih baik antara AMBISI dan OBSESI? Yang lebih baik adalah ambisi (dalam kebaikan). Bagaimana caranya? Bijaklah dalam berambisi.
1.      Pasang target atau tujuan setinggi mungkin
2.      Sesuaikan target dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan terlalu maksain ya
3.      Perbaiki diri dan terus berupaya semaksimal mungkin
4.      Jangan lupa, tetap berdoa semoga apa yang kita targetkan diridhoi oleh Allah sehingga jalan menuju target itu lebih dimudahkan
5.      Kalo targetnya tercapai, banyak-banyak bersyukur. Jangan sombong. Kamu tanpa bantuan Allah nggak ada apa-apanya :)
6.      Kalo targetnya tidak tercapai, tetap bersyukur. Karena Allah sudah menjanjikan suatu hal yang lebih baik. Dan jangan menyesal, bilang sama diri sendiri “Aku sudah melakukan yang terbaik. Inilah batas kemampuanku”
Mungkin hanya itu yang bisa saya tuliskan. Terimakasih yang sudah mau-maunya membaca sampai habiiss. Semoga ada pelajaran yang didapat setelah baca tulisan ini kan, huehehe. Kalo ndak dapet pelajaran, ya setidaknya beberapa menitmu itu cukup bermanfaat, daripada stalking doi yang bikin sakit hati :p Maaf ya kalo tulisan ini belum sempurna, karena yang Maha Sempurna hanyalah Allah semata, saya hanya makhluknya yang fakir ilmu dan penuh dosa. Semoga kita semua menjadi insan yang dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad. SEMANGAT BERAMBISI TANPA BEROBSESI YA TEMAN-TEMAN! ^-^)9
Powered by Blogger.