Assalamualaikum teman-teman ^o^ Di kesempatan kali ini ijinkan saya untuk sharing ilmu dengan kalian yang mau-maunya membaca tulisan ini yaa. Saya mau cerita dulu nih. Jadi, tanggal 3 November 2017 (kalo nggak salah) itu hari Jumat. Saya ada jadwal kuliah sore jam setengah lima dan berakhir jam setengah enam. Sesampainya di rumah, tidak ada kegiatan yang produktif mengingat tugas-tugas dari dosen belum berdatangan dan untuk belajar materi pun kurang ada kemauan :D Seperti biasa, membukalah saya snapgram melalui akun instagram saya. Bukan suatu kebetulan dan sudah ditetapkan oleh Allah, saya melihat snapgram adek kelas saya yang berisi tentang ajakan untuk datang ke suatu kajian di Masjid Raudlatul Muchlisin. Judulnya cukup menarik buat saya. Yang lebih menarik juga, kajiannya gratis dan pematerinya pun mantap hahaha. Pematerinya adalah pasangan suami istri Ustadz Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.A dan Ustadzah Nabila Abdul Rahim, Lc.  Yang masih asing membaca nama-nama beliau, boleh googling deh :D tanpa berpikir panjang, langsung seusainya sholat maghrib saya bergegas menuju Masjid Raudlatul Muchlisin dan menghubungi adek kelas saya itu agar bisa bertemu disana. Dan sekarang, saya mau berbagi ilmu yang sudah diberikan oleh beliau-beliau kepada jamaah yang hadir pada saat itu. Selamat menyimak ^-^
Sebelum kedua pemateri di atas, pembukaannya diisi oleh Gus Fikri (saya kurang tau nih asal-usulnya beliau, hehe). Pengetahuan yang baru saya dapatkan dari beliau pertama-tama adalah, kebanyakan dari kita salah kaprah dalam menyebut kitab suci umat islam. Yang lebih tepat untuk menyebutkan bendanya (barang dalam wujud fisiknya) ialah disebut mushaf, dan isinya mushaf itu barulah kita sebut sebagai al-quran.  Berikutnya beliau memaparkan manfaat dari al-quran itu sendiri, antara lain: 1. Sebagai Petunjuk (Al-quran patutnya memang selalu menjadi rujukan bagi tiap umat muslim yang sedang tersesat, tidak berada pada jalan yang benar) ; 2. Sebagai Obat (Al-quran selalu punya penawar dari berbagai macam penyakit, rohani maupun jasmani) ; 3. Pembuka dari Segala Kebaikan (Dunia ini penuh dengan tipu daya. Maka dari itu, sebelum melihat tipu daya tersebut hendaknya kita melihat al-quran, tidak hanya melihat tentunya juga memahami lalu mengamalkannya). Adapun bahaya melupakan dan meninggalkan al-quran semasa masih hidup di dunia, yaitu: 1. Hidupnya akan menjadi susah dan selalu diliputi oleh masalah. Pada QS. Thaha ayat 2 berbunyi, “Kami tidak menurunkan Al-quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah”. Makna dari ayat ini ialah, Allah menurunkan al-quran supaya bisa kita jadikan pedoman hidup agar kita tetap berada di jalan Allah. Dengan kita mengikuti pedoman hidup itu, maka hidup kita insyaAllah akan jadi lebih teratur, terarah, dan tidak diliputi oleh masalah yang berarti. ; 2. Pada QS. Az-Zukhruf ayat 36 berbunyi, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al-quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. Naudzubillah, dari ayat itu dapat kita pahami bahwa jika kita menjauh dari ajaran al-quran, makan kita selamanya akan ditemani oleh syaitan yang pasti akan selalu menyesatkan kita. Semoga teman-teman sekalian dapat selalu terhindar dari godaan syaitan yaa, aamiiin...

Usainya Gus Fikri membuka dengan sedikit wejangannya, barulah Ustadz Ahmad Slamet menyampaikan materi utamanya. Mula-mula beliau menjelaskan keutamaan seseorang yang gemar membaca al-quran, ialah: 1. Memperoleh ketenangan hati ; 2. Mendapat rahmat dari Allah ; 3. Diliputi dan selalu diikuti oleh malaikat-malaikat Allah ; 4. Satu-persatu nama kita akan disebutkan oleh Allah di depan para malaikat. “Jumlah derajat manusia sama dengan ayat yang kita baca dan pahami”, begitu tutur beliau. Jadi, semakin banyak ayat-ayat al-quran yang kita baca, maka insyaAllah derajat kita akan semakin ditinggikan oleh Allah. Ustadz Slamet memberikan tips bagi yang ingin membaca al-quran dan rutin mengkhatamkan tiap minggu (30 juz dalam waktu 1 minggu), mantranya adalah: FA MI Y BI SYAU QIN
  1. Hari Pertama: AL FATIHAH
  2. Hari Kedua: AL-MAIDAH
  3. Hari Ketiga: YUNUS
  4. Hari Keempat: BANI ISRAIL
  5. Hari Kelima: ASY-SYU’ARA
  6. Hari Keenam: AS-SHAFFAT
  7. Hari Ketujuh: QAF ; INSYIQAQ ; AN-NAS
Jadi maksudnya begini, hari pertama kita mulai membaca surah al-fatihah, dan pada hari kedua kita harus sudah sampai pada surah al-maidah, yang berarti pada hari pertama kita telah membaca surah al-fatihah, al-baqarah, ali imran, dan an-nisa. Begitupun seterusnya. Boleh nih kita coba ya caranya Ustadz Slamet :) Sejujurnya pasti terbayang pada diri kita sangatlah berat jika mengaji 30 juz dalam waktu 7 hari. Iya, masih dalam bayang-bayang kita, belum dicoba kan? Niat untuk membaca saja sudah Allah jadikan amal baik, apalagi kita mempraktekkan. Ada pula yang beranggapan, “Buat apa kita mengaji banyak-banyak jika kita belum bisa memahami benar apa isinya.” Anggapan tersebut tidak salah sepenuhnya. Tetapi kan alangkah baiknya jika kita bisa membaca banyak dan bisa memahami maknanya. “Kuantitas jauh lebih baik jika dibarengi dengan kualitas”. Tidak apa-apa juga jika kita tidak memasang target 30 juz dalam waktu 7 hari. Yang penting, kita harus bisa istiqomah dengan niat kita untuk selalu membaca, memahami, dan mempraktekkan apa yang ada dalam al-quran. Sukur-sukur jika kita bisa mempraktekkan khatam 30 juz dalam waktu 7 hari, atau bahkan bisa lebih keren dari itu. Kita juga harus punya keyakinan yang besar terhadap al-quran. Sebelum membaca al-quran, sebaiknya kita membaca al-fatihah diikuti dengan perbanyak istighfar dan sholawat agar saat membaca hati kita dapat tenang dan dengan hati yang bersih.

Kita selalu sibuk dengan urusan duniawi hingga lupa dengan urusan akhirat. Kebanyakan dari kita beralasan tidak sempat untuk membuka mushaf dan lalu membacanya, tetapi nyatanya kita selalu sempat tiap jam bahkan tiap menit membuka ponsel pintar kita, astaghfirullah.. Kalo begitu, mana yang lebih kita pentingkan? Padahal, dunia ini sementara, akhirat yang selama-lamanya. Mindset kita masih terbalik, seharusnya kita dapat meluangkan waktu untuk membaca al-quran, bukannya membaca al-quran di waktu luang. Mari perbaiki mindset kita. Semakin sering kita meluangkan waktu membaca al-quran, insyaAllah akan diganti oleh Allah dengan waktu yang lebih barokah.

Pemateri berikutnya ialah Ustadzah Nabila Abdul Rahim, Lc yang tidak lain adalah istri dari Ustadz Slamet. Waktu itu Ustadzah Nabila sharing kepada kami yang hadir tentang bagaimana beliau dididik oleh orang tuanya untuk menjadi generasi qur’ani dan bagaimana beliau bisa menjadi Hafidzah (penghafal al-quran). Beliau bercerita bahwa, sebelum ayah dan ibunya menikah, ayahnya selalu istiqomah berdoa usai sholat selain meminta jodoh yang terbaik, beliau juga meminta kepada Allah agar kelak anak-anaknya bisa menjadi para penghafal qur’an, hafal hadits, pandai ilmu fiqih, dsb. Ayah beliau sampai sekarang pun tidak pernah putus berdoa seperti itu. Dan pada akhirnya kini, Ustadzah Nabila 4 bersaudara, keempat-empatnya insyaAllah Hafidz-Hafidzah, menghafal hadist, dan pandai ilmu fiqih. Banyak oarang bertanya-tanya bagaimana bisa menghafalkan al-quran yang setebal itu? Ustadzah Nabila pun memberitahukan bagaimana cara dia menghafalkan al-quran, diantaranya:
1.   Doa
Tanpa kita berdoa, Allah tidak akan pernah mengabulkan hajat kita, keinginan kita. Janganlah kita ini para hamba yang kerdil di hadapan-Nya, berlaku sombong berjalan di dunia ini. Gemarlah dalam berdoa, meminta apapun yang terbaik untuk diri kita. Allah pasti akan mendengarnya. Ingin menjadi penghafal al-quran, berdoa minta ke Allah semoga Allah melancarkan jalan kita dalam proses menghafal kitab-Nya itu, dengan cara yang baik dan istiqomah.
2.   Niat
Tanpa ada niatan dari diri kita sendiri, tidak akan terwujud suatu hal yang ingin kita lakukan itu. Ingin saja tetapi tidak dibarengin niat dan penerapan apa gunanya? Niatkan dalam diri kita jika benar-benar ingin menghafalkan al-quran, insyaAllah jalannya akan dipermudah oleh Allah.
3.   Lingkungan
Lingkungan sekitar kita sangat berperan dalam membentuk karakter dan pribadi kita. Maka dari itu, kita harus pandai-pandai mencari lingkungan yang kiranya baik, kitanya nyaman kalo mau melakukan segala macam kegiatan. Ustadzah Nabila lahir dan dibesarkan di Madinah. Jadi, untuk mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan apa yang dia inginkan pun jauh lebih mudah. Di Madinah sendiri banyak anak-anak yang sangat bersemangat menghafal al-quran, bahkan tidak jarang usia 5-6 tahun sudah menjadi Hafidz-Hafidzah karena mereka berada di lingkungan yang tepat.
4.   Kedisiplinan
Disiplin waktu sangatlah dibutuhkan. Ustadzah Nabilah sempat bercerita tentang bagaimana dulu beliau membagi waktunya antara kewajibannya sekolah dan menghafal al-qur’an. Usai sekolah, beliau tidur sekitar 45 menit. Lalu kemudian beliau bangun untuk mandi, sholat, barulah mulai menghafal ayat baru atau bahkan murojaah (mengulang hafalan). Tidak hanya pada saat itu saja beliau menghafal dan mengulang hafalannya, tetapi juga di waktu lain misalnya usai sholat shubuh dan sholat maghrib.
5.   Butuh keseriusan
Serius dan tidak main-main.kalo di awal kita sudah punya niatan yang besar, untuk bisa serius pun insyaAllah jauh lebih mudah.
6.   Mempunyai sahabat yang sevisi dan semisi
Manusia tidak dapat hidup sendiri, pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Begitupun dalam proses menghafalkan al-quran. Kita juga butuh teman yang sepaham dengan kita. Bisa saja teman kita dimintai bantuan untuk mengoreksi bacaan kita, atau bahkan menghafalkan dengan membacanya bersama-sama, dan hal baik yang bisa dilakukan bersama.

          Itulah beberapa ilmu yang saya dapatkan saat datang ke kajian yang diisi oleh Ustadz Slamet dan Ustadzah Nabila. Pada intinya, untuk membangun keluarga yang qur’ani harus diniatkan dari diri kita sendiri dulu. Bagaimana bisa kita mengajak orang lain tetapi diri kita sendiri belum ada niatan melakukannya? Yuk mari kita sama-sama ngelurusin niat kita, memperbaiki diri, mencari tahu sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini apa, dan menjauhkan diri kita dari hal yang sesat. Akhir kata, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dari tulisan diatas. Semoga kita semua menjadi insan yang senantiasa selalu dalam lindungan Allah, aamiiin..

Pemerataan Lahan Bakal Gedung Pascasarjana

    Selain sumber daya manusia, sarana dan prasarana akademik di kampus juga sangat berperan penting sebagai penunjang akademik. Sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipkai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penujang utama terselenggaranya suatu proses, meliputi: usaha, pembangunan, proyek, dan lain sebagainya.
Taukah kalian bahwa Fakultas Hukum Universitas Jember sedang mengadakan pembangunan? Pembangunan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang ada. Rencana pembangunan ini sudah direalisasikan sejak awal tahun 2017. Salah satu program pembangunan di Fakultas Hukum ini adalah pembangunan Gedung Pascasarjana yang baru. “Gedung yang akan dibangun itu sepenuhnya dipergunakan untuk pascasarjana. Baik untuk program doktor, magister hukum, dan magister kenotariatan.”, tutur Bapak Echwan Iriyanto, S.H, M. H selaku Wadek II Fakultas Hukum UNEJ.  Beliau juga mengatakan bahwa pembangunan gedung tersebut membutuhkan anggaran kira-kira sebesar 25 miliyar, yang anggaran tersebut didapatkan dari pihak Universitas Jember. “Anggaran kita dapatkan dari universitas, melalui proses perizinan lalu baru keluar anggarannya. Mengapa anggaran kita dapatkan dari universitas, karena jika dari pihak fakultas sendiri bisa menganggarkan hanya sampai 50 juta. Sedang pembangunan gedung baru ini membutuhkan dana diatas 50 juta.”, tambah beliau. Ujar beliau, pembangunan tersebut diperkirakan selesai pada tahun 2019.
Sebelum akan dijadikan gedung baru, lahan tersebut merupakan tempat parkir sepeda motor bagi para mahasiswa Fakultas Hukum. Akibat dari pembangunan tersebut, mau tidak mau lahan parkir dipindahkan ke tempat lain, yaitu ke bagian utara Fakultas Hukum (belakang). Muncul pro dan kontra dari mahasiswa ataupun mahasiswi perihal pemindahan tempat parkir ke bagian utara fakultas. Dari wawancara yang telah dilakukan, 80% menyatakan kontra dengan berbagai alasan yang diutarakan. Mahasiswa/i yang pro menyatakan setuju dengan pemindahan parkir ke bagian belakang karena menurutnya tingkat keamanan di parkiran belakang jauh lebih terjamin dibanding dengan parkiran depan yang sangat rawan sekali dimasuki oleh orang asing. “Bagus malah dipindah belakang. Disana keamanannya lebih terjamin malah daripada di depan, rawan pencurian.”, tanggapan dari Aditya mahasiswa angkatan 2015. Sedangkan para mahasiswa yang kontra lebih banyak mengkritik fasilitas-fasilitas yang berada di parkiran belakang, seperti: kurang bagusnya akses menuju parkir belakang dan kurangnya penerangan disana. Menurut Briliyan Bagas, mahasiswa  FH angkatan 2017, “Tidak apa-apa pindah di belakang. Namun, akses menuju parkiran belakang perlu diperbaiki. Karena saat hujan, rawan sekali ada yang jatuh.” Pendapat lain berasal dari Ayu Pramita mahasiswa angkatan 2015 “Jika parkiran dipindah ke belakang, jalan menuju ruang kuliah lebih jauh daripada jika dari parkiran depan.” Disamping menjelaskan keluhan dan kekurangan mahasiswa yang kami wawancara juga menyebutkan keinginan mereka perihal lahan parkir belakang “ Kalo bisa fasilitasnya diperbaiki, pintu masuk lebih teratur tidak semrawut, menambah penerangan jalan agar tidak gelap, kalo bisa dikasih genteng, agar motor-motor tidak kehujanan, jalan yang geronjal-geronjal segera diperbaiki agar kita enak jalannya.”, harapan dari Andri Setiawan mahasiswa angkatan 2017. 
Bapak Echwan Iriyanto S.H, M.H selaku Wadek II Fakultas Hukum UNEJ menanggapi kritik dan saran dari para mahasiswa. ”Untuk parkiran sendiri awal tahun 2018 insyaAllah parkiran belakang akan diperlebar dan akses masuk-keluarnya dari sebelah timur yaitu lewat pintu ekonomi. Sekarang masih dalam tahap kerangka proses pengajuan ke pihak universitas. Karena tidak mungkin membuat seperti itu biayanya dibawah 50 juta. Akan diberlakukan sistem parkir otomatis, jadi kedepannya akan lebih efektif dan efisien. Sabar, ditunggu saja.” Beliau juga menanggapi perihal penerangan yang kurang di parkiran. “Minggu depan kemungkinan sudah bisa dipasang 3 buah lampu, satu lampu harganya 900 ribu. Kemarin bagian KASHUB sudah menghubungi saya”, tambah beliau. (*sudah terpasang sekarang)
Upaya-upaya perbaikan fasilitas yang dilakukan oleh Fakultas Hukum Universitas Jember, telah menunjukkan bahwa fakultas ini ingin meningkatkan sarana dan prasarana yang ada agar lebih memadai. Sarana dan prasarana yang baik akan memberikan semangat dan motivasi pada mahasiswa dalam proses perkuliahan. Untuk mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana yang baik, diperlukan adanya hubungan yang baik antara pihak fakultas, mahasiswa, dan universitas. Tujuannya agar pemenuhan hak dan kewajiban dapat terpenuhi antara satu dan lainnya. Mari kawan-kawan kita doakan bersama semoga dalam proses pembangunan sarana prasarana di fakultas kita dapat berjalan lancar tiada kendala yang berarti, aamiiin..

(*dibuat oleh Hukum 2 Kelompok 2 pada tanggal 19 Oktober 2017, melalui proses wawancara dengan narasumber terpilih. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk berpartisipasi mengikuti lomba yang diadakan oleh UKM Imparsial dalam kegiatan P2MABA 2017) 

Assalamualaikum teman-teman yang mau-maunya membaca tulisan ini ^^ Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya berbagi cerita dengan kalian perihal suatu malam di hari Sabtu yang menurut saya adalah pengalaman berkesan dalam hidup saya. Jadi, Sabtu tanggal 28 Oktober lalu, saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu sama si Surayah atau biasanya sih dipanggil Ayah Pidi. Tau nggak sih dia itu siapa? Mungkin pada kebanyakan orang, taunya dia ini adalah penulis novel “Dilan”, sebatas itu. Padahal, novel yang Ayah buat sebelumnya udah banyak. Eh bentar, jangan-jangan ada yang belum pernah baca novelnya “Dilan” ya? xD Baca aja guys, dijamin ada manfaatnya :)) Ayah berbagi banyak cerita kepada kami (saya tidak sendiri, bersama dengan teman-teman baru yang jumlahnya kisaran belasan begitu) yang malam itu hadir di salah satu tempat berkumpulnya pemuda-pemudi di Jember, Anglo. Berikut nih mau saya bikin poin-poin cerita si Ayah pada malam itu. Mari membacaaa ^^ (catatan: yang saya quote itu kutipan dari si Ayah, Kalo ada lebihnya, berarti saya yang ngejelasin itu ya, huehehe)
1.    “Musuh itu pasti menghina. Kamu berpikir istriku jelek gapapa. Kalo dibilang, diucapin, diomongin berarti mencela. Itu yang jadi masalah. Pendapat yang dipublish akan menjadi stimulus perdebatan.”
2.    “Anak-anak ingin keluarga yang harmonis, tetapi tidak selalu dengan wibawa. Masa orang tuanya males tapi nyuruh anaknya rajin.”
Anak dalam keluarga membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang yang lemah lembut dan tidak kaku. Iya, kaku boleh (maksudnya tegas) tetapi bukan itu saja yang dibutuhkan. Semisal ada cara yang lebih menyenangkan dalam menasehati, memberi pelajaran begitu, mengapa tidak?
Orang tuanya dulu semasa muda, males sekolah. Eh waktu udah punya anak, nyuruh anaknya rajin sekolah. Harusnya malu ya. Anaknya pasti juga pernah ngerasain kali yang namanya males ke sekolah (dengan berbagai alasan), ahahhaa. Jadi, yang masih sekolah atau sedang mengenyam pendidikan, rajin-rajinin deh sekarang. Biar ntar kalo cerita ke anak-anaknya bisa sombong dikit (dulu nih ayah/mama rajin loh ke sekolah. Kamu juga harus begitu). Akan ada suatu hal yang dibanggakan dari anak-anak kalian nanti eaaaak. (Ini kok sok tau banget ya sayanya. Kayak yang udah pernah ngerasain punya anak, geli dah.-_- Oke teman-teman maapkeun saya)
3.    “Kita dibentuk oleh novel, iklan, dan media lainnya. Terus kita inginnya bisa seperti itu. Kenyataannya, hidup gak seperti itu aja.”
4.    “Tidak beragama berarti tidak tahu Tuhan itu siapa. Tuhan itu bukan masalah keberadaan, tapi masalah keyakinan. Tuhan itu citra. Punya 99 nama untuk bikin kamu runtuh dan tidak bisa mengakui mulianya diri.”
5.    “Aku inspiratornya siapa aja. Bahkan bagiku pemabok adalah guru. Jika ia masuk comberan, ia mengajari aku jangan seperti dia. Fir’aun itu juga guru. Dikatakan oleh Allah berulang-ulang supaya kita tidak berbuat seperti dia.”
Semua bisa kita jadikan guru. Semua bisa kita jadikan pelajaran. Hal baik kita boleh menirunya, yang buruk dari suatu hal jangan dilakukan. Mudahnya saja seperti itu.
6.    “Totalitas adalah sampai kamu merasa tidak ingin dipuji, sampai kamu tidak want to get famous, sampai kamu tidak want to get money. Totalitas yang penting niatnya.” 
Dalam berkarya, bekerja, memang diperlukan adanya totalitas agar dalam melakukan setiap halnya kita merasa puas, udah maksimal gitu. Meskipun pada kenyataannya, manusia ini tidak pernah bisa puas ya. Selalu mengusahakan yang lebih-lebih.
Saya setuju dengan pernyataan Surayah di atas. Totalitas itu berada pada prosesnya, bukan dilihat pada hasilnya.

Bentar, ini nomornya saya kasih batas sebagai pemisah. Karena yang akan dibahas akan berbeda dari yang di atas. Ini berisi QnA antara Surayah sama temen-temen seputar Dilan dan Milea. Mungkin yang belum tau Dilan dan Milea, setelah membaca QnA ini jadi sedikit lebih tau. Kalo tetap nggak tau, bisa cari di google aja ye..
7.   Q: Apakah Dilan dan Milea itu cerita nyata?
A: Itu pasti cerita nyata. Milea tanda tangan kontrak di atas materai bahwa dia bersedia menceritakan menurut sudut pandang dia.
8.   Q: Siapakah Dilan sebenarnya?
A: Nggak perlu kita tahu siapa Dilan. Dilan adalah hamba Allah tentunya. Tak perlu kita melihat wajah Rasulullah, yang penting (jelasnya) Rasulullah baik semuanya. Kalo dari Dilan, hal baiknya kita lakukan, hal buruknya kita laporkan.
9.   Q: Bagaimana kabar Lia sekarang?
A: Lia baik-baik saja. Sekarang dia di atase Kedubes PBB di Jakarta kerjanya.
10.  Q: Bagaimana dengan Cika? Akankah ada cerita tentang Cika?
A: Sudah sebagian aku ceritakan di twitter (@pidibaiq). Cika belum mau cerita sekarang. Kalo mau cerita mah, ntar tanda tangan kontrak juga di atas materai.
11.  Q: Mengapa novel Dilan bisa diangkat menjadi film padahal sebelumnya Ayah tidak mau novel ini dijadikan film?
A: Setelah novel “Dilan” best seller, banyak PH-PH (rumah produksi) besar dan bahkan sutradara-sutradara berdatangan. Suatu hari aku bertemu dengan .... (disamarin aja, yang penting beliaunya yang dimaksudnya adalah seorang produser) terus akunya bilang, “Saya mau bekerjasama dengan Anda asal saya terlibat, nurut saya. Berapanya mah terserah Anda maunya berapa, punyanya berapa.”
12.  Q: Mengapa yang memerankan sebagai Dilan adalah Iqbaal?
A: Karena Iqbaal laki-laki dan Iqbaal mau.
13.  Q: Apakah cerita Dilan mengikuti cerita Dear Nathan?
A: Iyain aja. Biasa aja akunya mah, duniawi itu. Sebenernya Dear Nathan (penulisnya yang dimaksud) itu follower aku di twitter. Tapi setelah novelnya baru jadi, terus dia unfollow aku. Akunya tetep follow dia sampai detik ini.
14.  Q: Kapan film Dilan dirilis?
A: Aku sih sebenernya tidak pernah nanya kapan rilis, seolah-olah aku yang butuh begitu ya, nunggu dia (produser) ngomong aja. Sebab meskipun 2090 pun gak masalah buat aku. Misalkan gak dirilis, apa masalahnya? Tetap biasa-biasa aja mah. Aku tetap bisa nongkrong sama teman-temanku main gaple.
Sebab itu juga tidak akan ditanyakan sama malaikat kan. “Pidi, kenapa Dilan tidak rilis-rilis?” nggak akan begitu kan? Yang perlu kita perkuat harusnya prinsip dasar hidup, bukan prinsip kapan Dilan rilis. 
Udah dulu kali ya ceritanya nih huehehe. Semoga apa yang ada di tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Atau setidaknya bisa menghibur kalian gitu, daripada gangguk gatau mau ngapa-ngapain, eh taunya nemu dan baca tulisan saya xD Maaf juga apabila dirasa tulisan saya ini kurang berkenan, boleh-boleh saja berkomentar kok, tapi jangan menghujat :D Komentar langsung disini gapapa, mau mention ke twitter (@Amalia_AZP) atau dm instagram (@zlfazp) juga nih monggo huehehehe sekalian promosi dan bisa nambah-nambah temen di media sosial kan yak :D Wassalamualaikuuuum.... ^-^)b

“Apa salah dan dosaku, sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang, jaran goyang
Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem semar mesem”

      Pernah denger lirik lagu di atas nggak? Saya yakin kalo orang yang tinggal di Jawa pasti pernah denger. Bahkan mungkin untuk beberapa daerah sering sekali dengernya. Kalo untuk daerah saya sendiri, dimana-mana lagu ini masih menggema. Di tempat umum, tempat kerja, kampus, pasar-pasar, di pos satpam apalagi, hehe. Lagu ini memang sangat booming sekali. Bahkan di youtube viewernya sudah mencapai 63 juta, keren banget sih untuk level lagu dangdut yang sangat merakyat, ahahaha. Apa ya yang membuat lagu ini sangat booming? Karena iramanya yang enak? karena liriknya mudah dihafal? Karena lagunya sesuai dengan isi hati pendengar? Atau karena Nella Kharismanya cantik? Kalo kalian alasan yang mana nih? Eh tapi kalo sekarang udah mulai kurang terdengar sih. Menurut sumber yang cukup aktual, lagu ini udah kegeser dari tangga lagu dangdut populer. Sekarang sih yang lagi hitz itu “Konco Mesra” yang nyanyi juga si Mbak Nella Kharisma.. 

      Tapi dalam tulisan ini bukan lagu itu yang akan kita bahas. Kita akan bahas ajian jaran goyangnya saja. Sebelumnya, tau nggak sih jaran goyang itu apa? Menurut informasi dari internet nih, jaran goyang adalah salah satu ajian yang diyakini memiliki keampuhan untuk menaklukkan dan memikat hati lawan jenis. Ajian ini sendiri diciptakan oleh Ki Buyut Mangun Tapa yang ditulis di dalam kitabnya yang bernama “Mantra Asmara”. Menggunakan ilmu pelet ini pun tidak mudah sebetulnya. Ada beberapa ritual-ritual khusus yang harus di jalankan. Misalnya saja puasa mutih selama 7 hari dan banyak perintah atau bahkan hal-hal yang harus dihindari pada saat puasa mutih tersebut. Puasa mutih itu adalah puasa yang saat berbukanya hanya makan nasi putih dan air putih, tidak boleh berbuka dengan makanan atau minuman lainnya selain itu. Waduh nggak enak ya. Padahal kita kalo lagi puasa inginnya buka apa aja gitu, hehehe. Pada zaman dahulu, orang-orang banyak yang mempercayai dan mencoba menggunakan ilmu ini dikarenakan memang efek yang dihasilkan “katanya” sangat ampuh dan terbukti. Tapi untuk zaman sekarang, sudah mulai pudar kepercayaan akan ilmu tersebut (mengingat sekarang manusia-manusia belajar untuk open minded).

Tidak dapat dipungkiri, tetapi masih ada saja segelintir orang yang mempercayai ajian jaran goyang ini sampai sekarang, yaitu orang-orang yang masih berlaku syirik (mempersekutukan Allah), orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kalo boleh berpendapat, orang yang masih percaya sama hal ginian nih pasti lagi seret jodoh, hehe. Cintanya sering tertolak, cintanya sering bertepuk sebelah tangan, kurang ikhtiar lalu dia putus asa. Akhirnya menggunakan jalan yang tidak benar. Boleh nggak seperti itu? Dalam surah Al-Maidah ayat 72 berbunyi, “....Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya. Dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Naudzubillah kan, ngeri sekali sanksi yang diberikan Allah bagi orang yang menyekutukan-Nya. Allah tidak mau surga-Nya dihuni oleh para pendosa tuh. Buat kidz jaman now yang jomblo-jomblo, jangan sekali-kalinya ya nyoba cara beginian, yang nggak bener. Udah nggak jaman lah, cara itu kan dipakenya sama kidz jaman old yang pemikirannya dulu tuh masih belum bisa ke depan, tidak visioner ahahaha. Kalo belum berjodoh, yaudah sabar aja. Wa maa indallahi khoyr, apa yang di sisi Allah itu pasti lebih baik. Usaha lagi, ikhtiar lagi begitu, didoakan selaluuu

Manusia, pada dasarnya adalah hamba yang peminta. Nggak ada seorang pun di dunia ini dalam kesehariannya tanpa meminta. Makan ya minta, rezekinya dari Allah toh? Meminta ampunan, pernah kan? Diberi sehat asalnya juga minta kan? Sangu buat kuliah, uang buat bayar kost, minta juga kan? Jodoh tuh apalagi, sering banget nih orang-orang (sayapun juga) pada minta jodoh yang baik sholeh ataupun sholehah. Entah mintanya langsung ke Allah ataupun melalui perantaranya, tetap saja judulnya “meminta”.

Kapan hari, saya ini lagi buka-buka youtube, eh di time line nya muncul kajian dari Ustadz Hanan Attaki. Judulnya cukup menarik saya untuk ngebuka. Kalo nggak salah itu, “Jodoh dan Istighfar, Apa Hubungannya?” kurang lebih begitu lah judulnya. Awalnya saya berpikir, emang ada ya hubungannya jodoh dengan istighfar? Kalo dipikir dengan logika saya kok nggak nyampe ya, hehe. Akhirnya setelah saya melihat dari awal hingga akhir kajian itu, saya jadi tau. Dan saya akan menuliskan garis besar dari kajian itu di pembahasan ini. Kalo mau lihat lengkapnya ya langsung aja buka youtube cari kajiannya Ustadz Hanan Attaki, huehehe..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Yaa Ghofur, dzat yang Maha Pengampun. QS. Al-Baqarah ayat 199 berbunyi, “Dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Tiada terkecuali Allah mengampuni dosa seorang hamba-Nya, sekalipun itu dosa yang paling besar (Syirik). Salah satu cara memohon ampunan kepada Allah adalah dengan beristighfar. Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747). Dari hadist riwayat itu kita dapat menyimpulkan Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang beristighfar melebihi apapun. Padahal, jika kita logika, istighfar kita itu sebenarnya tidak dibutuhkan Allah, malah kita yang sangat butuh dengan ampunan dari Allah. Subhanallah, sebaik itu loh Allah terhadap hamba-Nya. Hadist lain berbunyi, “Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i). Selain istighfar dapat mengampuni dosa kita, istighfar juga bisa mengabulkan doa kita loh. Coba kita analogikan. Ada seseorang yang senang sama kita, sayang sama kita, simpati dengan kita. Saat kita minta sesuatu yang baik dan dengan cara yang baik-baik, kira-kira diturutin nggak itu? Diturutin kan? Begitulah Allah terhadap hamba-Nya yang gemar beristighfar.

Istighfar punya berbagai macam jenis. Dari yang pendek hingga yang paling panjang. Terlepas dari pendek ataupun panjang suatu istighfar, yang penting isinya ya memuat permohonan ampun seorang hamba kepada Allah. Istighfar yang paling pendek, “Astaghfirullah hal adziim” Ya Allah, ampunilah dosaku. Ketika lafadz itu diucapkan dibarengi dengan hati yang ikhlas, maka insyaAllah, Allah akan mengampuni dosa kita, ditambah lagi hajat yang kita inginkan juga akan dikabulkan. Ada satu istighfar yang saya ketahui, panjang memang, tetapi isinya.. buhh TOP BGT, istighfar ini biasa disebut sebagai “The King of Istighfar”. Istighfar ini biasa orang sebut dengan “Sayyidul Istighfar”, penghulunya istighfar. Semua bacaan istighfar itu mulia, tetapi sayyidul istighfar ini adalah yang paling mulia diantara yang mulia, yang paling utama diantara yang utama.


Ini adalah bacaan dari doa Sayyidul Istighfar : Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matika ‘alaiyya wa abu’u laka bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta


Artinya: ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.

Bagaimana perasaan kalian setelah membaca doa diatas? Kalo saya, saya merinding saat mengetahui arti dari bacaan ini. Doa ini mengisyaratkan bahwa kita sebagai hamba itu kecil, rendah, lemah tanpa adanya Allah. kita bukan apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa selain atas kehendak dari Allah. Di doa ini juga terkandung janji yang mulia seorang hamba terhadap Rabnya. Janji yang sakral, yang harus dijalankan.

Allah mempunyai janji tersendiri bagi hamba-Nya yang gemar membaca sayyidul istighfar. “Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97). Sesungguhnya janji Allah itu pasti. Maka dari itu, hayuklah teman-teman sekalian kita membiasakan diri untuk gemar beristighfar. Manfaatnya banyak sekali buat kita. Allah itu senang jika kita beristighfar, terlebih kita jadikan kebiasaan. Apa yang kita hajatkan, insyaAllah akan dikabulkan (jika memang keinginan itu adalah baik untuk kita).


Jadi nih, yang mau dapet jodoh sesuai keinginan, yuk mulai sekarang merutinkan baca sayyidul istighfar. Nggak perlu tuh kita make pelet jenis apapun, termasuk jaran goyang. Make pelet yang sesuai syariat aja deh, misalnya dengan rutin membaca sayyidul istighfar. Tidak syirik, memang dianjurkan oleh agama, mintanya secara khidmat langsung ke Sang Pencipta lagi. Mungkin efeknya ya nggak langsung didapatkan, tapi butuh waktu yang tepat. Tetapi, yang perlu diingat adalah tujuan utamanya kita membaca sayyidul istighfar bukan minta jodoh loh ya. Itu tujuan nomor sekiannya, tujuan utama kita adalah agar lebih bisa mendekatkan diri pada Allah, menggapai ridhonya. Dengan begitu, dunia dan seisinya ini menjadi lebih mudah kita raih, bekal untuk di akhirat kita juga bertambah, insyaAllah.. yang penasaran, boleh langsung dicoba, diamalkan. Kalo sudah terasa manfaatnya, boleh tuh disebarin ke teman-teman lainnya biar teman-temannya juga bisa merasakan khasiat dari sayyidul istighfar ini. Ingat, surga itu terlalu luas untuk kita huni sendiri, jadi sering-sering yuk aja teman-teman kita. Saudara-saudara kita untuk berbuat baik. Biar di surga nggak sendirian, insyaAllah aamiiin...

Powered by Blogger.