“Apa salah dan dosaku, sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang, jaran goyang
Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem semar mesem”

      Pernah denger lirik lagu di atas nggak? Saya yakin kalo orang yang tinggal di Jawa pasti pernah denger. Bahkan mungkin untuk beberapa daerah sering sekali dengernya. Kalo untuk daerah saya sendiri, dimana-mana lagu ini masih menggema. Di tempat umum, tempat kerja, kampus, pasar-pasar, di pos satpam apalagi, hehe. Lagu ini memang sangat booming sekali. Bahkan di youtube viewernya sudah mencapai 63 juta, keren banget sih untuk level lagu dangdut yang sangat merakyat, ahahaha. Apa ya yang membuat lagu ini sangat booming? Karena iramanya yang enak? karena liriknya mudah dihafal? Karena lagunya sesuai dengan isi hati pendengar? Atau karena Nella Kharismanya cantik? Kalo kalian alasan yang mana nih? Eh tapi kalo sekarang udah mulai kurang terdengar sih. Menurut sumber yang cukup aktual, lagu ini udah kegeser dari tangga lagu dangdut populer. Sekarang sih yang lagi hitz itu “Konco Mesra” yang nyanyi juga si Mbak Nella Kharisma.. 

      Tapi dalam tulisan ini bukan lagu itu yang akan kita bahas. Kita akan bahas ajian jaran goyangnya saja. Sebelumnya, tau nggak sih jaran goyang itu apa? Menurut informasi dari internet nih, jaran goyang adalah salah satu ajian yang diyakini memiliki keampuhan untuk menaklukkan dan memikat hati lawan jenis. Ajian ini sendiri diciptakan oleh Ki Buyut Mangun Tapa yang ditulis di dalam kitabnya yang bernama “Mantra Asmara”. Menggunakan ilmu pelet ini pun tidak mudah sebetulnya. Ada beberapa ritual-ritual khusus yang harus di jalankan. Misalnya saja puasa mutih selama 7 hari dan banyak perintah atau bahkan hal-hal yang harus dihindari pada saat puasa mutih tersebut. Puasa mutih itu adalah puasa yang saat berbukanya hanya makan nasi putih dan air putih, tidak boleh berbuka dengan makanan atau minuman lainnya selain itu. Waduh nggak enak ya. Padahal kita kalo lagi puasa inginnya buka apa aja gitu, hehehe. Pada zaman dahulu, orang-orang banyak yang mempercayai dan mencoba menggunakan ilmu ini dikarenakan memang efek yang dihasilkan “katanya” sangat ampuh dan terbukti. Tapi untuk zaman sekarang, sudah mulai pudar kepercayaan akan ilmu tersebut (mengingat sekarang manusia-manusia belajar untuk open minded).

Tidak dapat dipungkiri, tetapi masih ada saja segelintir orang yang mempercayai ajian jaran goyang ini sampai sekarang, yaitu orang-orang yang masih berlaku syirik (mempersekutukan Allah), orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kalo boleh berpendapat, orang yang masih percaya sama hal ginian nih pasti lagi seret jodoh, hehe. Cintanya sering tertolak, cintanya sering bertepuk sebelah tangan, kurang ikhtiar lalu dia putus asa. Akhirnya menggunakan jalan yang tidak benar. Boleh nggak seperti itu? Dalam surah Al-Maidah ayat 72 berbunyi, “....Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya. Dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Naudzubillah kan, ngeri sekali sanksi yang diberikan Allah bagi orang yang menyekutukan-Nya. Allah tidak mau surga-Nya dihuni oleh para pendosa tuh. Buat kidz jaman now yang jomblo-jomblo, jangan sekali-kalinya ya nyoba cara beginian, yang nggak bener. Udah nggak jaman lah, cara itu kan dipakenya sama kidz jaman old yang pemikirannya dulu tuh masih belum bisa ke depan, tidak visioner ahahaha. Kalo belum berjodoh, yaudah sabar aja. Wa maa indallahi khoyr, apa yang di sisi Allah itu pasti lebih baik. Usaha lagi, ikhtiar lagi begitu, didoakan selaluuu

Manusia, pada dasarnya adalah hamba yang peminta. Nggak ada seorang pun di dunia ini dalam kesehariannya tanpa meminta. Makan ya minta, rezekinya dari Allah toh? Meminta ampunan, pernah kan? Diberi sehat asalnya juga minta kan? Sangu buat kuliah, uang buat bayar kost, minta juga kan? Jodoh tuh apalagi, sering banget nih orang-orang (sayapun juga) pada minta jodoh yang baik sholeh ataupun sholehah. Entah mintanya langsung ke Allah ataupun melalui perantaranya, tetap saja judulnya “meminta”.

Kapan hari, saya ini lagi buka-buka youtube, eh di time line nya muncul kajian dari Ustadz Hanan Attaki. Judulnya cukup menarik saya untuk ngebuka. Kalo nggak salah itu, “Jodoh dan Istighfar, Apa Hubungannya?” kurang lebih begitu lah judulnya. Awalnya saya berpikir, emang ada ya hubungannya jodoh dengan istighfar? Kalo dipikir dengan logika saya kok nggak nyampe ya, hehe. Akhirnya setelah saya melihat dari awal hingga akhir kajian itu, saya jadi tau. Dan saya akan menuliskan garis besar dari kajian itu di pembahasan ini. Kalo mau lihat lengkapnya ya langsung aja buka youtube cari kajiannya Ustadz Hanan Attaki, huehehe..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Yaa Ghofur, dzat yang Maha Pengampun. QS. Al-Baqarah ayat 199 berbunyi, “Dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Tiada terkecuali Allah mengampuni dosa seorang hamba-Nya, sekalipun itu dosa yang paling besar (Syirik). Salah satu cara memohon ampunan kepada Allah adalah dengan beristighfar. Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747). Dari hadist riwayat itu kita dapat menyimpulkan Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang beristighfar melebihi apapun. Padahal, jika kita logika, istighfar kita itu sebenarnya tidak dibutuhkan Allah, malah kita yang sangat butuh dengan ampunan dari Allah. Subhanallah, sebaik itu loh Allah terhadap hamba-Nya. Hadist lain berbunyi, “Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i). Selain istighfar dapat mengampuni dosa kita, istighfar juga bisa mengabulkan doa kita loh. Coba kita analogikan. Ada seseorang yang senang sama kita, sayang sama kita, simpati dengan kita. Saat kita minta sesuatu yang baik dan dengan cara yang baik-baik, kira-kira diturutin nggak itu? Diturutin kan? Begitulah Allah terhadap hamba-Nya yang gemar beristighfar.

Istighfar punya berbagai macam jenis. Dari yang pendek hingga yang paling panjang. Terlepas dari pendek ataupun panjang suatu istighfar, yang penting isinya ya memuat permohonan ampun seorang hamba kepada Allah. Istighfar yang paling pendek, “Astaghfirullah hal adziim” Ya Allah, ampunilah dosaku. Ketika lafadz itu diucapkan dibarengi dengan hati yang ikhlas, maka insyaAllah, Allah akan mengampuni dosa kita, ditambah lagi hajat yang kita inginkan juga akan dikabulkan. Ada satu istighfar yang saya ketahui, panjang memang, tetapi isinya.. buhh TOP BGT, istighfar ini biasa disebut sebagai “The King of Istighfar”. Istighfar ini biasa orang sebut dengan “Sayyidul Istighfar”, penghulunya istighfar. Semua bacaan istighfar itu mulia, tetapi sayyidul istighfar ini adalah yang paling mulia diantara yang mulia, yang paling utama diantara yang utama.


Ini adalah bacaan dari doa Sayyidul Istighfar : Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matika ‘alaiyya wa abu’u laka bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta


Artinya: ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.

Bagaimana perasaan kalian setelah membaca doa diatas? Kalo saya, saya merinding saat mengetahui arti dari bacaan ini. Doa ini mengisyaratkan bahwa kita sebagai hamba itu kecil, rendah, lemah tanpa adanya Allah. kita bukan apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa selain atas kehendak dari Allah. Di doa ini juga terkandung janji yang mulia seorang hamba terhadap Rabnya. Janji yang sakral, yang harus dijalankan.

Allah mempunyai janji tersendiri bagi hamba-Nya yang gemar membaca sayyidul istighfar. “Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97). Sesungguhnya janji Allah itu pasti. Maka dari itu, hayuklah teman-teman sekalian kita membiasakan diri untuk gemar beristighfar. Manfaatnya banyak sekali buat kita. Allah itu senang jika kita beristighfar, terlebih kita jadikan kebiasaan. Apa yang kita hajatkan, insyaAllah akan dikabulkan (jika memang keinginan itu adalah baik untuk kita).


Jadi nih, yang mau dapet jodoh sesuai keinginan, yuk mulai sekarang merutinkan baca sayyidul istighfar. Nggak perlu tuh kita make pelet jenis apapun, termasuk jaran goyang. Make pelet yang sesuai syariat aja deh, misalnya dengan rutin membaca sayyidul istighfar. Tidak syirik, memang dianjurkan oleh agama, mintanya secara khidmat langsung ke Sang Pencipta lagi. Mungkin efeknya ya nggak langsung didapatkan, tapi butuh waktu yang tepat. Tetapi, yang perlu diingat adalah tujuan utamanya kita membaca sayyidul istighfar bukan minta jodoh loh ya. Itu tujuan nomor sekiannya, tujuan utama kita adalah agar lebih bisa mendekatkan diri pada Allah, menggapai ridhonya. Dengan begitu, dunia dan seisinya ini menjadi lebih mudah kita raih, bekal untuk di akhirat kita juga bertambah, insyaAllah.. yang penasaran, boleh langsung dicoba, diamalkan. Kalo sudah terasa manfaatnya, boleh tuh disebarin ke teman-teman lainnya biar teman-temannya juga bisa merasakan khasiat dari sayyidul istighfar ini. Ingat, surga itu terlalu luas untuk kita huni sendiri, jadi sering-sering yuk aja teman-teman kita. Saudara-saudara kita untuk berbuat baik. Biar di surga nggak sendirian, insyaAllah aamiiin...


Assalamualaikum, di judul itu udah keliatan kan kita mau bahas apa? Yaps, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) atau bisa juga disebut jalur undangan. Kok bisa disebut jalur undangan? Karena ya memang kita “diundang” oleh universitas yang kita pilih. Diundang tuh dalam artian, kita sudah terseleksi dari berbagai anak di penjuru nusantara yang daftar di perguruan tiggi yang dipilih.
Untuk yang belum tau sistem dari jalur undangan ini gimana, nih coba saya akan jelasin. Jadi, kalo kalian mengikuti jalur undangan, kalian tidak perlu repot-repot untuk mengikuti tes tulis. Kalian hanya perlu repot dengan nilai rapot yang bagus, konsisten, tidak turun dari semester satu hingga semester lima, hehe. Lebih mudah yang mana hayo? Tidak ada yang mudah diantara keduanya, semua sama-sama harus ada usaha, perjuangan, dan persiapan yang matang yaaa...
Tahun ini, di sekolahku, dari 300an anak hanya ada 76 siswa yang diterima dengan cara seleksi tersebut. Kebetulan, sekolah saya berakreditasi A, jadi yang boleh mengikuti jalur ini adalah sebesar 75%. Itu hanya yang boleh mengikuti loh ya, untuk keterima atau tidaknya melaui jalur ini, yang menyeleksi adalah perguruan tinggi yang telah kita pilih (pilihan pertama).
Oh iya nih aku mau bagi-bagi pengalaman satu tahun terakhirku sampai akhirnya keterima di perguruan tinggi melalui jalur undangan, selamat membaca!!
1.  NILAI RAPOT DARI SEMESTER 1-5 USAHAKAN TIDAK TURUN
Ini penting banget sih kalo mau ikut jalur SNMPTN. Sudah dari tahun-tahun lalu memang salah satu poin pentingnya ini. Harusnya dari semester 1 kelas 10 kita itu sudah bersemangat dalam bersaing dengan teman-teman kita. Tapi, kebanyakan sih kelas 10 itu masih pada suka main, karena tugasnya pun juga masih ringan-ringan aja. Iya kan? Terus kelas 11, lagi aktif-aktifnya tuh ngurusin organisasi, soalnya baru punya adik kelas, hehe. Nah kelas 12, masanya untuk bertaubat. Mulai rajin, baca buku, ngerjain PR, belajar buat ulangan, dsb. Mayoritas siswa SMA seperti itu. Main boleh, aktif organisasi boleh. Tapi nilai akademik di sekolah juga harus baik. Jangan jadikan kegiatan di luar sekolah hambatanmu untuk meraih prestasi.
Kalo pengalamanku, kelas 10 semester 1 nilainya alhamdulillah baik, masuk ranking. Terus semester 2 karena banyak kegiatan, mulai tidak fokus, jadi rankingnya turun, tapi nilai tetap (tidak ada perubahan naik). Kelas 11 semester 1 niatnya mau bangkit, tetapi kegiatan organisasi yang “menyenangkan” membuatku agak tidak rajin. Lagi, ranking turun (tapi alhamdulillah nilai naik). Semester 2 nya berusaha lebih rajin dari semester kemarin, eh taunya ranking turun lagi, tapi alhamdulillah nilai naik. Eh iya, maksud nilainya naik tuh bukan dari tiap-tiap mapel gitu, tapi secara garis besar aja hehe. Memasuki kelas 12 semester 1, semester akhir dari aspek nilai mengikuti SNMPTN, akupun mulai tobat. Karena sudah tidak ada kegiatan organisasi, jadi mulai bisa fokus dengan pelajaran akademik di kelas. Kalo ada waktu luang diusahakan untuk belajar. Dan alhamdulillah di semester pamungkas, rankingnya tetap dan nilainya naik, hehehe.
2.  SERING-SERING KONSULTASI PADA YANG LEBIH TAU TENTANG SNMPTN
Jangan asal pilih orang buat konsultasi beginian. Karena ini juga bisa menentukan masa depan kalian. Contoh orang yang tepat adalah, guru kalian di sekolah terlebih guru BK. Biasanya, guru BK adalah guru yang lebih update soal ginian ketimbang guru pengajar pada umumnya. Tapi, kalian jangan mentah-mentah menerima masukan dari guru BK, kadang ada juga yang kurang tepat buat kita, hehe jadi kalian juga harus mempertimbangkan pilihan kalian sendiri juga pada akhirnya. Terus bisa juga tuh kalo yang les di luar sekolah, ke tentor kalian. Kalo aku, dulu sih lebih sreg dengan masukan-masukan dari tentor. Karena masukan-masukan dari mereka lebih fresh daripada masukan dari guru BK di sekolah. Mungkin ke BK hanya sekedar melihat rekam akademik selama lima semester sama liat selebarannya PTN/? yang masuk ke sekolah seringnya, ahahahaha..
Adalagi nih alumni, bisa kalian tanya-tanya pada alumni yang sebelumnya diterima di perguruan tinggi melalu jalur SNMPTN, terlebih ke alumni yang keterima di universitas yang mau kalian pilih. Kalian bisa tanya tuh gimana tipsnya mas mbak kok bisa keterima make jalur undangan di univ blablabla. Sedikit banyak pasti jawaban dari kakak alumni akan membantu dalam proses pemilihan univ yang kalian tuju..
3.  MENGETAHUI POTENSI DIRI AGAR TIDAK SALAH PILIH
Mengetahui potensi diri itu penting loh. Kenapa kok penting? Karena itu akan dapat menentukan minat bakat kalian. Mau dikembangkan ke arah mana potensi kalian, dan itu juga bisa jadi mempengaruhi jurusan yang kalian pilih di perguruan tinggi nanti. Misal nih, kamu sukanya yang berbau eksak, tapi kok daftarnya ke FH? Nahloh, nggak nyambung kan. Kalo suka eksak kan mending ke FMIPA, FEB (meskipun masuk FH juga boleh kalo tidak terlalu beban ke kaliannya). Itulah pentingnya mengetahui potensi diri.
Banyak cara untuk mengetahui potensi diri. Biasanya sih ada gitu yang ngadain tesnya. Dulu di sekolahku kebetulan ada, bayar mungkin sekitar 60rb (tahun lalu ini ya). Setelah tesnya, kita tau kita itu condong otak kanan atau kiri, lebih minat pada hal yang bagaimana, jurusan apa yang cocok buat kita, dsb. Sangat membantu sih menurutku. Jadi, kalo ada tes-tes seperti itu, ikut aja, toh buat kebaikan kalian ke depannya. Atau bisa juga yang gratis, melaui web-web tertentu. Tapi sih kurang konkret hasilnya biasanya.
4.  IPA YA IPA, IPS YA IPS. PLIS JANGAN MAIN TIKUNG
Ini nih yang tiap tahun ada aja kejadiannya. Kebanyakan sih yang anak IPA yang main tikung ke jurusannya anak IPS. Aku anak IPS dan aku kurang terima dengan hal itu, ahahaha. Alasannya sih biasanya “Dari dulu itu aku minatnya di IPS, tapi orang tua nyuruhnya di IPA.” Atau “Aku nggak suka hitung-hitungan. Enak di SOSHUM, hitung-hitungannya nggak njelimet kayak SAINTEK.” Terus terang sih, saya kasian liat teman-teman yang pada pindah jalur saat perguruan tinggi. Ilmu yang diterima selama tiga tahun sia-sia. Percuma gitu kalian belajar susah-payah, ternyata pada akhirnya tidak kalian gunakan di kemudian harinya (di Perguruan Tinggi). Malah harus mulai dengan mempelajari ilmu yang baru. Yang mungkin sangat asing bagi kalian-kalian yang pindah jalur, dari IPA ke IPS ataupun dari IPS ke IPA.
Jadi, usahakan tetap pada jalurnya. Kasian juga haknya yang seharusnya menjadi bangku anak IPS eh tapi malah diambil sama anak IPA. Kasian juga guru masa SMA yang ngajarin kalian sampe bisa, eh taunya pas udah bisa nggak diaplikasikan di perguruan tinggi, hehe..
5.  PRESTASI AKADEMIK MAUPUN NON AKADEMIK JUGA DIBUTUHKAN
Ini salah satu poin penting juga di dalam penilaian perguruan tinggi untuk menerima kalian sebagai mahasiswanya nanti. Kalo kalian punya prestasi yang gemilang di masa SMA, pastilah peluang kalian lebih besar diterima daripada teman kalian yang tidak mempunyai prestasi sama sekali. Prestasi yang dilampirkan juga memiliki syarat. Misalnya saja minimal harus tingkat rayon, prestasi yang dilampirkan maksimal tiga. Ini berlaku untuk akademik maupun non-akademik. Jadi, jika kamu juara di bidang nyanyi mungkin, atau bidang olahraga, jika prestasi tersebut memenuhi syarat, lampirkan saja pretasi itu. Oh iya, jika kamu memang punya banyak prestasi (ada lebih dari tiga mungkin), kamu harus pintar-pintar memilih mana yang akan kalian lampirkan, kalo bisa yang prestasi tingkat paling tinggi. Contoh nih, kalian ada sertifikat juara satu lomba .... tingkat kecamatan, lomba .... tingkat kabupaten, lomba ..... tingkat karesidenan, lomba .... tingkat provinsi, lomba ...... tingkat nasional. Jika itu yang terjadi, maka sarannya, yang dilampirkan adalah sertifikat karesidenan, provinsi, dan nasional (pokok yang paling tinggi diantara lainnya).
Terus nih ada tambahan, kalo kita ikut lomba-lomba yang diadain sama perguruan tinggi, kita akan mendapatkan sertifikat sebagai peserta minimal (kalo tidak menang). Pengalaman dari teman-teman saya sertifikat sebagai peserta itu dilampirkan juga. Tetapi juga ada syaratnya melampirkan sertifikat peserta itu (tidak asal memasukkan). Pengalaman teman-teman dan kakak-kakak tingkat, jika akan melampirkan sertifikat peserta, maka sertifikatnya itu usahakan yang masih ada relasinya dengan jurusan yang akan kalian pilih. Misal, ingin melanjutkan di jurusan sosiologi, maka paling tidak, sertifikat peserta yang kamu lampirkan ya sertifikat lomba sosiologi.
6.  PILIH PERGURUAN TINGGI YANG SEKIRANYA KAMU BERPELUANG
Ini termasuk strategi penting untuk mengikuti jalur SNMPTN. Kebanyakan siswa salah di strategi satu ini. Seringnya adalah siswa terlalu berambisi dengan pilihannya tanpa mempertimbangkan aspek seperti nilai mereka ataupun para pesaingnya. Karena menganggap ini adalah peluang yang tidak bisa datang dua kali, tanpa berpikir panjang pasang target yang tinggi dan dengan tanpa memperhitungkan. Itu yang salah.
Jika kalian ingin kuliah di perguruan tinggi yang memang gradenya bagus, lihat dulu nilai kalian, pesaing kalian. Dipikirkan lagi, apa saya bisa ya dengan nilai sekian, prestasi begini, dan pesaingnya seperti ini... Kalo memang kurang sesuai dan kurang mampu, kalian ya harus merelakan untuk memilih perguruan tinggi lain, mungkin perguruan tinggi yang gradenya di bawah pilihan yang kamu inginkan tadi. Yang penting, saat kamu mempertimbangkan semuanya, itu sudah sesuai. Intinya, jangan takabur ya dalam memilih. Sholat istikharoh dulu tuh kalo masih ragu-ragu.
7.  SELALU UPDATE BERITA TENTANG SNMPTN
Kids jaman now sih gampang banget kalo cuma point ini. Semua informasi bisa didapatkan dimana-mana dengan mudahnya. Misal ada yang BC dari grup, akun-akun media sosial, berita di tv, koran, info dari guru BK, dari teman, banyak deh. Ini sih penting banget ya buat kalian tau gimana sistem SNMPTN tahun kalian. Jangan sampe deh kalian kudet, jaman now kudet itu udah gak jaman ahahahaha
Kalo aku dulu, selain info-info dari sekolah, aku selalu ngikutin tuh berita yang ada di IGnya @masukkampus. Isi kontennya itu perkembangan kebijakan perguruan tinggi dalam menerima mahasiswa, grafik penerimaan mahasiswa dari tahun ke tahun, tentang kegiatan kampus, dsb. Terus, tiap minggu yang paling ditunggu-tunggu itu adalah live dari @masukkampus. Live satu jam yang sangat bermanfaat, biasanya sih sesi QnA sama mas-mbak yang cantik-cantik ganteng-ganteng berkompeten dari perguruan tingginya masing-masing. Terserah kalian mau nanya apa di kolom komentar (yang jelas pertanyaannya masih ada relasinya dengan perguruan tinggi, bukan menanyakan udah punya pacar belum kak, satusnya sekarang apa kak. Gak kira dijawab tuh kalo tanya begitu hehehe) Beneran sangat membantu loh. Jadi, yang punya IG segera follow akun-akun yang bermanfaat, jangan lambe turah aja yang kalian follow, hehehe. Selain di IG, ada line, youtube, twitter, ask.fm juga banyak tuh akun-akun yang ngasih tau informasi tentang jalur undangan ataupun jalur lainnya untuk ke perguruan tinggi.
8.  TETAP BELAJAR DAN TIDAK TERLALU MENGHARAPKAN JALUR INI
Dari tahun ke tahun, jalur ini pengumumannya selalu lebih dulu ketimbang jalur-jalur yang lainnya. Selisih waktunya bisa sampai hampir 2 bulanan dengan jalur SBMPTN. Dan banyak kejadian juga nih “Penyesalan di akhir”.
Ada teman nih waktu kemaren, dia lolos seleksi tahap awal (yang terambil 75% dari sekolah). Dia pasang target perguruan tinggi yang memang dia inginkan. Kalo nggak salah waktu verifikasi itu akhir Februari, pengumumannya akhir April. Nah selama masa menunggu pengumuman itu, dia tidak memikirkan sama sekali plan kedua jika dia tidak kena melalui jalur SNMPTN, dia berharap lebih banget sama SNMPTN dan dia yakin banget kalo dia bakal kena. Nah pada saat pengumuman, ternyata dia tidak lolos. Sedihnya setengah mati. Kalo tidak lolos, berarti kan dia harus mengikuti jalur yang lain (bisa SBMPTN ataupun jalur mandiri). Tenggang waktu dari pengumuman SNMPTN dan seleksi SBMPTN hanya 1 bulan. Dan dia tidak ada kesiapan sama sekali untuk ikut test, karena selama masa menunggu SNMPTN dia sama sekali tidak belajar dan terlalu berharap lebih dengan jalur undangan. Nah kalo gitu kejadiannya kan, dia rugi sendiri.
Jadi, dari sekarang mindset di otak kalian bahwa keterima di jalur SNMPTN hanyalah rejeki tambahan dan sebuah keberutungan. Tidak perlu mengharapkan lebih-lebih pada jalur ini. Dalam masa penantian, kalian harus tetap belajar, sama dengan teman-teman kalian yang belum lolos, jangan takabur. Kalo keterima ya alhamdulillah, kalo belum keterima ya belum rejekinya, harus belajar lebih semangat lagiiii!!
9.  RAJIN BERDOA
Berdoa itu penting sekali. Semua nikmat yang kita terima kan asalnya dari Allah. Maka dari itu, rajin-rajinlah meminta, memohon kepada-Nya. Berdoa setelah sholat wajib, memohon diberikan yang terbaik, dilancarkan segala urusannya. Oh iya, jangan lupa juga minta didoakan orang tua. Sebenernya sih tanpa diminta pun orang tua selalu mendoakan kita ya. Tapi ndapapa deh, tetep minta, dan jangan lupa juga doakan orang tua kalian. Minta juga didoakan sama orang tua kalian di sekolah, yaitu guru. Karena tanpa mereka apalah jadinya kita. Betul kan?


Wih akhirnya sudah tuntas bahas hingga point terakhir. Semoga dapat membantu dan menjawab apa yang kalian tanyakan seputar jalur undangan ini ya. Maaf kalo misal ada penjelasan yang kurang jelas. Boleh ditanyakan langsung di kolom komentar. Atau langsung saja hubungi sayaaa. Oh iya semangat untuk para pejuang SNMPTN, semoga pilihan kalian adalah pilihan yang terbaik, aamiiin. Man Jadda Wajada!!

Sebuah pepatah mengatakan, “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.” Aku percaya akan hal itu. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu pun... Aku percaya bahwa Allah punya maksud lain saat aku bertemu dan mengenalimu untuk  pertama kalinya. Apa maksud lain itu? Mungkin, salah satunya adalah sebuah perpisahan. Lagi-lagi, “Semua yang dipertemukan cepat atau lambat pasti akan terpisahkan.” Apakah kamu juga percaya dengan kalimat itu? Kapan pertemuan dan perpisahan itu tiba, sejatinya hanya Tuhan yang tahu.
Banyak orang hadir silih berganti di kehidupan kita. Dari kita yang masih bayi pun, hingga ke tempat peristirahatan terakhir nanti. Ada yang istilahnya hanya “say hallo” di hidup kita, ada yang tinggal agak lama dan mau berjuang dengan kita, dan masih banyak yang lainnya. Mereka-mereka juga ada yang membawa kebaikan, ada pula yang membawa keburukan. Tinggal kita pilih bagaimana menyikapi masing-masing dari mereka.
Bagiku, kau termasuk yang hanya “say hallo”, tapi semua tentangmu masih melekat, tak ikut pergi. Hanya hitungan bulan aku merajut kisah-kisah yang melibatkan dirimu. Berusaha memilih benang-benang berwarna indah. Setelahnya, aku menyimpan dan menjaga rajutan itu baik-baik. Masih utuh hingga kini. Bagiku, kamu orang baik. Banyak hal positif yang pernah kamu tularkan dan sekarang masih kulakukan. Memang sih banyak yang tersirat, tanpa kamu sadari.
Sebagai manusia, sepatutnya kita selalu bersyukur dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. Betulkan? Ya, aku bersyukur karena Allah pernah mengenalkanku padamu. Tiada yang kusesali. Terpisahkan oleh keadaanpun harus kuterima. Inilah suatu takdir. Bagaimana kedepannya, kita yang memilih, Allah lah sebagai penentu terbaiknya.
Perpisahan... Bisa saja membuka jalan untuk suatu pertemuan yang baru atau menjadi proses yang sangat panjang untuk penantian bertemu dengan orang yang dulu pernah terpisahkan. Sudah saatnya diri ini berlapang dada menerima perpisahan. Ini adalah sebuah konsekuensi dari peristiwa yang bagiku istimewa, yaitu bertemu dan dapat mengenalimu. Cepat atau lambat, kita akan menemukan hikmahnya, untuk kamu dan untukku sendiri.

Lanjutkan perjuanganmu di tempat yang telah kau pilih, kejarlah semua cita-cita dan impianmu. Aku berharap, perpisahan kali ini adalah perpisahan yang menjadi awal dari sebuah pertemuanmu dengan dunia barumu yang mungkin akan kau kenang kelak hingga akhir hayat....

Nah kali ini saya mau nyeritain pengalaman saya waktu ketipu milih bis :v oh iya, bagi pembaca yang bacanya tepat saya setelah posting, saya mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasanya hari ini bisa lancar dan khidmat ya, aamiiiin..

Jadi gini nih ceritanya, jadi beberapa hari yang lalu saya nih mendadak harus ke Kota Pahlawan, Surabaya. Yang mau tau kenapa kok ke Surabaya, karena pakde (sepupu ibu) dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Saya kebetulan berdomisili di Jember. Untuk ke Surabaya, kalo naik bis itu butuh waktu sekitar 4.5-5 jam. Kiranya setelah sholat shubuh saya langsung berangkat dari Teminal Tawang Alun. Waktu itu langsung dipilihin naik bis Patas AKAS. Alhamdulillah nggak akan kepanasan kan ya kalo naek patas, hehe. Waktu udah jalan bisnya, langsung ada orang yang narikin karcis dari kursi ke kursi. Eh iya, saya duduk di bangku kedua. Masih terbilang bagian depan. Kenapa milih kursi bagian kedua, karena ibuk saya bilang kalo duduk bagian depan itu lebih aman daripada duduk di bagian tengah ataupun belakang. Perlu diingat ya, sekarang harga perorang naik PATAS tuh 60.000 rupiah kalo dari Jember-Surabaya. Nah ini yang menjadi permulaan saya trauma dengan naik bis. Bukan karena harganya yang 60.000, tapi karena kejadian setelahnya yang membuat saya trauma, hehe...

Tiba di Surabaya jam 09.45. Tepat sih perkiraan saya. Dan di perjalan berangkat tadi, saya tidak ada rasa kecewa sedikitpun dengan transportasi yang saya naiki ini. Singkat cerita, hanya butuh waktu 5 menit dengan naik ojek untuk sampai di rumah duka. Oh iya, harga ojek biasa nih dari Bungurasih ke rumah duka 15.000. Saya kurang tahu ini harga standart atau yang tidak, hehe. Yang penting udah sampailah, alhamdulillah. Runtutan acara demi acara pemakaman telah terlewati. Pukul 12 siang sudah selesai. Sebelum pulang saya sempatkan sholat dhuhur dulu di masjid terdekat. Lalu jalan 5 menit ke depan gang, panggil ojek lagi buat antar ke Bungurasih. Sebenarnya, kalopun jalan sih mampu. Mungkin butuh waktu 15 menit. Tapi, pada saat itu kondisi lagi berpuasa, yang berarti tenaga pasti bedalah setelah jalan kakinya orang puasa sama yang nggak puasa, hahahaha...

Sampai akhirnya kembali ke Bungurasih. Ngasih ongkosnya juga masih sama, 15.000. Udah habis gitu masuk. Tak lupa beli makan dan minum untuk berbuka. Karena estimasi sampai Jember pasti lepas sholat isya’ gitu. Udah beli, masuk tuh menuju ruang tunggu yang sangat besar yang menghubungkan dengan tempat jalur bis tujuan kita. Nah sepanjang jalan itu, banyak sekali orang-orang yang menawarkan dan tanya-tanya ke kita tujuan kita mau kemana. Disana saya agak bingung dan panik, risih juga tiap langkah ditanya-tanya terus. Dan akhirnya saya menjawab “JEMBER PATAS”. Ada orang yang memberitahukan bisnya. Dan waktu saya naik, benar sih ada ACnya, tapi kursinya kok tidak sama seperti saat saya berangkat tadi? Itu pertanyaan yang ada di kepala saya, tapi yaudahlah ya udah dapet bis alhamdulillah. Ketika sudah keluar dari Bungurasih, si Bapak Karcisnya nanya, “Mau kemana?” “Jember, Pak” “Oh 50.000”. Batin saya, kok lebih murah ya? Mungkin gara-gara kursinya nih gak kayak yang tadi pas berangkat. Karena saya merasa kondisinya tidak seperti saya berangkat tadi, saya tidak bisa memejamkan mata saya. Ada sedikit rasa kekhawatiran, nggak enak gitu. Sampailah pada akhirnya, bis itu berhenti di Terminal Probolinggo. Yang saya tau, emang bis itu suka berhenti gitu di Terminal Probolinggo buat cari penumpang, tapi setelah itu berangkat lagi. Nah pada saat inilah terjadi hal yang tidak terduga. Berhent di Terminal Probolinggo si pak supir bilang, “Yang mau ke Jember turun ganti bis, ayo ayo turun”. Loh kok gini? Tadi perasaan saya berangkat gak ada yang bilang-bilang tuh kalo ntar di Probolinggo ganti bis? Yaudah saya ngikut saja, ketimbang saya di sini terus gak pulang-pulang. Udah kecewa banget, nah sampe di bis yang mau saya tumpangi tuh ternyata bukan bis PATAS. Gak ada ACnya, kursinya mana udah tidak layak. MasyaAllah... bukannya saya nggak suka dengan keadaan demikian, tapi seharusnya, kalo mau ganti bis kan yang sesuai gitu. Berangkat ada ACnya ganti bis juga harus ada ACnya. Disitu saya sangat menyesal dan ingin marah sekali. FIX INI SAYA DIBOHONGIN SAMA BAPAK-BAPAK YANG DI TERMINAL BUUNGURASIH TADI. ASTAGHFIRULLAAAAAH...

Nah itu tadi cerita singkat yang kayanya sih panjang ya dari saya. Nggak mau saya lanjutin ah, takut semakin membuka luka lama dan akhirnya saya sebal sendiri, hehe.. Langsung aja deh ini saya kasih tips bagi kalian-kalian yang baru pertama kali naik bis (apalagi sendiri), terutama di Terminal Bungurasih. Tapi masih berlaku juga kok buat terminal dimana-mana, insyaAllah nggak beda jauh :v
1.  Terus berhati-hati dengan barang bawaan
Ketika sudah sampai di terminal, disitulah waktunya kalian mulai berhati-hati dengan barang bawaan kalian. Kalo Cuma bawa tas cangklong, lebih baik dicangklongin di bagian depan aja, kalo ditaruh belakang malah takut bahaya. Kalo bawa tas berat, misal nih isinya baju-baju gitu seperti orang mau mudik gitu ya, pastikan tasnya sudah tertutup rapat-rapat dan nggak mudah dibuka sama orang lain. Kalo bisa sih dikasih gembok, hehe. Barang berharga nih misalnya HP, jangan lepas dari tangan kalian, atau taruh di tempat yang paling aman. Misal lagi dompet yang isinya macem-macem kayak uang, KTP, SIM, dsb, sama juga taruh tempat yang aman yaa...
2.  Tetap waspada dan jangan pasang wajah kebingungan
Lihat dan waspada selalu kondisi sekitar kalian. Kalian harus bisa menjaga diri sendiri di tempat keramaian seperti terminal. Lengah sedikit, kalian bisa celaka nih. Dan lagi, jangan pasangan wajah bingung. Khusus tempat begini ini, pasang wajah santai saja atau kalo bisa pasang wajah sok tau (padahal aslinya gak tau mau milih bis apa, hehe). Tapi itu lebih baik daripada kalian malah tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Jadi, slow aja gitu...
3.  Jangan menjawab pertanyaan orang asing
Sebelum menaiki dan memilih bis, kalian pasti akan menemui banyak orang asing, entah sama-sama sebagai penumpang, copet yang menyamar jadi penumpang, kernet bis yang baik, kernet bis yang jahat, penipu, dsb. Semua itu sama, sama-sama orang asing bagi kalian. Kadang wajahnya meyakinkan, kadang juga aneh. Semua itu harus kalian hidari. Kalo ditanya atau mau diberi sesuatu lebih baik kalian menghindar, kalo dianya maksa, pergi aja atau teriak minta tolong gitu :v
4.  Kalo mau bertanya-tanya lebih baik ke petugas resmi
Ini penting banget. Kelanjutan dari yang sebelumnya sih. Jadi, kalo kalian mau nanya-nanya seputar bis yang akan kalian naiki, lebih baik kalian langsung bertanya pada petugas resminya. Pasti keliatan dong petugas resminya itu yang seperti gimana. Ya benar, yang make seragam rapih terus pasti ada embel-embelnya yang ada kaitannya dengan terminal atau bis gitu :v
5.  Pilihlah bis yang mempunyai stiker resmi dari Menhub
Saya kurang tau sih stiker ini berlaku untuk seterusnya atau hanya pada saat liburan mudik saja. Yang jelas, kalo saya baca sih kalo bis ada tanda stiker dari menhub, berarti bis itu sudah resmi diperbolehkan beroperasi. Dalam artian, jika kamu naik bis yang ada stikernya, insyaAllah aman deh, gitu...

Saya rasa udah cukup ya, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kalian-kalian yang mau berpergian menggunakan bis... J


Powered by Blogger.