Dulu, tepatnya mungkin enam tahun yang lalu. Iya, enam tahun yang lalu saat aku Sekolah Dasar ........ (perlukah kusebutkan saat itu aku bersekolah dimana?) Hhmmm mungkin tak apa jika kuberi clue, sekolah swasta yang mungkin sekarang biaya masuknya saja sudah mencapai belasan juta di kota kecilku ini). Di tempat ini, aku mengenali sosok anak lelaki yang umurnya satu tahun lebih tua dariku. Oh, bukan mengenali. Lebih tepatnya mengetahui. Karena pada saat itu dia belum tahu aku, dan aku yang mengetahui dia.  Selalu tertawa bila mengingat masa-masa itu. Jika bukan karena prestasinya di sekolah, aku pasti tidak akan mengetahui dirinya hingga kini. Sering aku mendengar namanya saat upaca tiap hari Senin (dulu seneng banget hari sama hari Senin, soalnya ada upacara), itu berkat prestasinya!! Aku tak ingat prestasi apa saja yang ia dapatkan (mungkin jika diantara ada yang penasaran, bisa menanyakan langsung padanya). Senang bisa mendengar namanya dan melihat dia maju berbaris dengan anak-anak lainnya (yang jelas berprestasi pula). Pada saat upacara pagi kala itu, yang baris di bagian paling depan adalah siswa-siswa perempuan. Dan, aku berada di baris ke tiga saat itu. Yang artinya, aku tidak begitu kecil dibandingkan teman-temanku yang lain, kan? Anggap saja iya. Lebih senang lagi saat sholat dhuhur berjamaah di masjid, ternyata dia berada di shaf depanku. Bukannya ingin memberitahukan perihal kerajinanku dulu ya, waktu sholat dhuhur aku selalu ingin cepat-cepat ke masjid dan ingin berada di shaf depan, jarang sekali kalian bisa melihatku sholat di shaf belakang, mengingat terkadang suara imam kurang jelas didengar dan akupun rugi karena tidak bisa memandang dirinya (bukan imamnya, tetapi dia). Sebenarnya, prestasi dan sifat dari dirinya yang membuatku kagum (iya kagum, bukan cinta ataupun sayang ataupun apalah itu). Aku tidak akan memberi tahu spesifikasi fisik dia bagaimana disini, jadi mohon maaf tidak akan kuberi tau. Singkat cerita, dia meninggalkanku. Maaf, bukan aku yang ditinggalkan tetapi sekolahku dulu. Dia meninggalkan sekolah itu karena memang sudah waktunya dia untuk lulus dari Sekolah Dasar dan harus naik tingkat menjadi Sekolah Menengah Pertama.  
 
Dia masuk di SMP yang sampai saat inipun masih sangat favorit dan menawan meskipun ukuran sekolahnya tidak luas. Awalnya aku tidak tau dia bersekolah dimana. Karena, jaman SDku dulu, informasi tidak secepat kini untuk didapatkan. Dan sampailah masa dimana mereka (yang sudah lulus) mengunjungi atau bisa disebut silaturrahmi ke sekolah yang pernah mereka tempati. Aku melihat satu persatu dari mereka. Maksudnya mencari dia yang memang semenjak lulus tidak kudapati keberadaannya. Nah, ketemu!! (pada saat itu aku tau dia melanjutkan sekolahnya dimana karena melihat seragam almamater yang ia pakai). Aku yang pada saat itu duduk di bangku kelas enam, sudah memikirkan jauh-jauh hari aku akan melanjutkan sekolah dimana. Ya, aku memang menginginkan bersekolah di SMP favorit itu sedari dulu. Dengan mengetahui anak laki-laki itu bersekolah disana, aku makin bersemangat untuk mengejar cita-citaku itu (bersekolah di SMP favorit itu).  Kuanggap, dirinya yang sudah lebih dulu menginjakkan kaki disana adalah motivasi terbesarku kala itu untuk bersekolah disana juga.Dan, sampailah pada masa dimana aku sangat bersyukur kepada Allah karena telah mengabulkan permintaanku untuk dapat melanjutkan di SMP favorit itu. Aku kira, saat aku bersekolah di SMP itu aku akan bertemu dengan dirinya saat bersekolah. Tapi nyatanya, dia tidak kutemui di sekolah itu. Beredar kabar dan aku mendengarnya, dia mutasi ke sekolah lain yang bahkan ternyata tidak berada di kota ini, dia pindah ke kota hujan (cukup, tidak perlu kujelaskan kota hujan dimana, pasti kalian yang membaca mengerti). Dengan menerima kenyataan demikian, aku yang kala itu sangat-sangat labil karena masih jaman peralihan dari sekolah dasar ke sekolah pertama, mati-matian mencari informasi keberadaan dia. Bukan hanya ia tinggal di kota apa, tapi lebih dari itu. Pada saat itu, aku sangat yakin bahwa Allah itu Maha Adil. Di balik pertanyaan-pertanyaan itu, ternyata sudah ada jawabannya. Jawabannya adalah, aku memiliki saudara sepupu disana. Dan ternyata, teman dari sepupuku itu punya pacar, yang ternyata pacarnya itu adalah teman sekelas dari anak laki-laki itu (kuharap kalian yang membaca tidak akan bingung). Singkat cerita, aku mendapatkan nomer yang bisa kuhubungi untuk berkomunikas dengannya (aku sangat-sangat berterimakasih pada sepupuku yang baik hatinya sangat-sangat kala itu). Dari situ, aku mulai mengirim pesan dengan bahasan yang ringan-ringan, aku berusaha untuk sebisa munggkin bahasanku  tidak mengganggunya. Dari berbalas-balasan pesan singkat itu, kami mulai kenal satu sama lain. Bukan seperti itu. Lebih tepatnya aku yang lebih dalam mengenal kepribadian dia, tidak dengan dia kepadaku. Selain via sms, kami juga berkicau di media sosial (yang kala itu twitter menjadi media sosial yang dianggap keren). Ada satu teman yang kupercayai, dia juga yang membantuku untuk selalu berkomunikasi dengan anak laki-laki itu (tidak perlu kusebut namanya, tapi temanku ini cewek). Contohnya saja, pada saat anak laki-laki itu berulang tahun, sehari sebelumnya aku sudah menyiapkan kalimat-kalimat yang sungguh bagiku harus berpikir keras untuk merangkainya. Maksudnya adalah, rangkaian kalimat-kalimat itu (berupa harapan, doa, cita-cita, dsb) akan kukirimkan pada saat dia berulang tahun. Aku meminta pendapat pada temanku itu, bagaimana baiknya kalimatnya, atau lebih baik aku mengirim kapan pesan itu, dan hal sepele lainnya. Berkaitan dengan ulang tahun, pada saat aku berulang tahun yang ke 13, aku sangat ingat dia mengirimkan pesan saat satu hari sebelum ulang tahunku... “HBD Dek ****, WYATB, semoga yang dicita-citakan tercapai dan makin positif ke depannya :D” aku tau, itu pasti karena inisiatif temanku (agar si dia mengucapkan pada hari ulang tahunku). Tapi, jika kamu ingin tahu, saat menerima pesan (yang mungkin bagi orang lain adalah sungguh-sungguh sangat sederhanadan mungkin biasa saja) itu perasaanku sungguh sangat senang. Aku bagaikan melesat terbang setinggi-tingginya hingga langit ke tujuh, terbang sebegitu indahnya.
Dia, meskipun aku yang kala itu menyimpan rasa padanya yang semula kagum berubah menjadi rasa yang kian lebih jauh dari pada hanya kagum (dan mungkin dia tau apa yang kurasa), sudah kuanggap sebagai (kakak kelas) yang sangat baik dan menjadi salah satu motivatorku untuk selalu bangkit dan berusaha (dalam hal apapun). Bahkan terkadang, aku iri pada adik-adiknya, mereka bisa punya kakak laki-laki yang hebat. Tetapi, di balik segala kehebatannya itu, dia mempunyai kekurangan juga, yang aku ketahui dan tidak akan kuberitahukan pada kalian karena kekurangan seseorang bagiku adalah sebuah aib bagi dirinya. Bulan berganti bulan, aku tahu meski dia tidak memberi tahuku (karena mungkin dia hanya menganggapku sebagai adik kelas yang baru dia kenal) jika ternyata dia sudah mempunyai belahan jiwa. Perempuan yang sangat cantik, dan dilhat dari bahasanya pun sangat intelektual. SEMPURNA!! Aku tahu anak laki-laki itu sungguh perfeksionis dan selektif. Tak salah apabila perempuan itu menjadi pilihannya. Dan, karena hal itu, aku mulai sedikit menjauh, mengurangi komunikasiku dengan dia. Karena aku yang sangat mengerti posisiku (sebagai adik kelas yang baru dia kenal).
Ternyata, hubungan mereka tidak berjalan lama. Aku tidak begitu pasti mengerti alasan mereka tidak melanjutkan hubungan karena apa. Tapi yang aku tahu, ketika keduanya tidak melanjutkan hubungan, anak laki-laki itu sangat sedih, mungkin istilah jaman sekarang adalah gagal move on dari perempuan itu. Saat itu pun, aku sudah sangat-sangat jarang mengirim pesan padanya. Aku tahu dia membuat kesibukan untuk tidak mengingat perempuan itu. Singkatnya, dia sudah berada di bangku sekolah menengah atas. Aku paham sekali kemampuan dan kemauannya untuk bersekolah di sekolah terfavorit di kota itu. Saat dia SMA, aku masih di bangku kelas tiga menengah pertama. Aku ingat betul saat dia memotivasiku untuk selalu berusaha dan berjuang untuk mendapatkan apa yang kuharapkan, mesti hanya kalimat yang pasti biasa kalian dengar atau ucapkan (tapi bagiku, seluruh kalimat darinya adalah motivasi).  
Dan kini, Allah menempatkanku bersekolah di sekolah yang bukan aku impi-impikan tetapi sekolah yang mungkin pilihan dari Allah yang terbaik untukku. Bahkan kini, aku sudah duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas. Yang itu artinya, anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa itu sudah lulus dari masa putih abu-abunya. baru- baru saja, aku mendapati informasi bahwa dia diterima di salah satu perguruan tinggi yang sangat bergengsi di Indonesia yaitu ITB. Pas sekali sesuai dengan bidang yang dia kuasai, KEBUMIAN. Aku tahu kakak laki-lakinya yang kedua adalah salah satu motivasi dia untuk mengenyam pendidikan tinggi disana. Aku yang kini memang sudah tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, masih tetap menjadikan dia salah satu motivasiku untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan positif ke depannya.







“Selamat Mas sudah diterima di perguruan tinggi yang memang dari dulu kamu idam-idamkan. Aku turut senang. Semoga pilihan ini adalah pilihan yang terbaik dari Allah.. Besok, tanggal 12 Juli 2016 usiamu akan menginjak 19 tahun. Bukan lagi usia remaja yang masih labil, itu sudah mennjukkan usia beranjak dewasa. Menjadi diri sendiri, dan lebih bertanggung jawab. Terimakasih sudah memberikan pengalaman dan pembelajaran ilmu apapun pada saya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Semoga ilmu yang kamu miliki adalah ilmu yang bermanfaat bagi dirimu pribadi dan orang-orang di sekitarmu. Tetap menjadi anak yang selalu membanggakan dengan prestasi-prestasimu ya, Mas. Aku tunggu informasi prestasi-prestasi yang kamu raih. Jika kamu tidak membaca ini, mungkin aku berharap akan ada angin yang menyampaikan ini padamu. Tolong, tetaplah menjadi motivasiku dalam hal apapun dan secara langsung mapun tidak langsung... SEMOGA KITA AKAN BERTEMU DI KALA MASING-MASING DARI KITA SUDAH MENCAPAI KEBERHASILAN YANG KITA IMPIKAN!!!


Assalamualaikum ^^ Huehehehehe lama ya nggak buka blog xD
Btw, selamat merayakan Hari Kemenangan bagi umat islam yang merayakan, Happy Eid Mubarak 1435~ pada mudik ya? Kalo saya sih nggak, yang mau ke rumah waktu hari raya silakan, ada open house besok tapi sampe jam 9 doang, hehe :D Oh iya, selamat juga bagi kawan-kawanku yang sudah menemukan sekolah pilihan terbaiknya, semoga di SMA kita bisa jadi lebih dewasa, punya prestasi yang baik yaaa, aamiiin..
Nah, di part dua ini, saya cuma mau flashback aja, gimana dulu kita-kita (sembilan C) setaun yang lalu ya, hiks :’)
Mau dari mana ya ceritanya, ini jadi bingung sendiri :3 oke, akan saya coba cerita mulai awal..
Pertama masuk, kumpul di kelas, belom di kelas sembilan C yang asli. Seinget saya masih di ruang Sembilan A. kesan pertama, kelasnya udah rame, dan dihuni anak-anak yang TOP BGT!! Bagai kelas artis, soalnya banyak yang tenar. Awalnya, saya kurang suka dengan kondisi ramenya, Karena memang betul-betul mengganggu. Tapiiiii, lama-kelamaan kelas ini semakin asyik, menyenangkan, heboh berkualitas!! Nggak sampe satu bulan, saya sudah cinta dengan kelas ini!! Dan yang membuat saya makin betah di kelas ini adalah sosok wali kelasnya. Iya. Bu Suyani, guru geografi. Modis. Elegant. Tajir/? Heheheh ._.v setiap ada event di sekolah, kelas kami sering dibagi konsumsi. Kadang juga kelas lain dibagi jugaaak. Ya Allah bu Suyani memang baek sekaleeeh. Loveyou bu!!! T E R I M A K A S I H  B U  S U Y A N I :)))) oh iya, waktu bu suyani ulang taun, pertamanya ngerjain bu suyani. Ada perwakilan (nggak tau siapa udah lupa) bilang ke bu suyani kalo kelas rame nggak bisa diatur, terus bu suyani ke kelas, daaaan tadaaa happy birthday bu suyani! Kalo nggak salah itu pertengahan januari (lupita cyn~)
Cerita kedua, Amalia Zulfa yang cantik ini ditujunk jadi bendahara berdasarkan voting kelas /eaaa. Pertamanya jadi bendahara bareng ibuk, tapi terus ibuk nggakminat dan mau mengakhiri jabatan tersebut. Walhasil, beberapa minggu amalia jadi jomblo/? Tapiii, setelah beberapa minggu, si amalia nggak mampu kalo sendiri, jadi harus ada yang menggantikan ibuk. Daaaaan partner bendahara sampe akhir masa putih biru kelas Sembilan C adalaaaah amalia dan waffi iqbal~ udah pernah kehilangan kotak amal gara-gara wafi, pernah megang uang banyak/? Wafi pernah ngondek demi narikin kas kelas, hweheheheh xD
Selanjutnya, kelas kita punya banyak fandom, dan ini juga yang bikin kelas semakin HEBOOOH. Pertama ada Everest (fansnya evan), Ervin Holic (fansnya Ervin), Fanatic (fansnya fafan), Waffle (fansnya wafi), Hamba Allah (fansnya ridhok), terus udah yaaa, siapa lagii? Seinget saya itu aja, maaf kalo ada yang terlewat ._. inget nggak waktu musikalisasi puisi? Tiap fandom pada heboh sendiriiiii, kelas tetangga untungnya lagi kosong, kalo waktu pelajaran sih pasti udah digebrak tuh triplek. Huehehehe xD apalagi yaaa? Waktu kelas meeting akhir Desember, kelas 9C meraih juara umum looooh!! Nggak menang juara satu tapi lolos sampe final atau grand finaaal, lumayan dapet makanan~~
Oh iya ada yang inget waktu Bintang COPAS PERDANA? Sampe didokumentasikan, hiahahahaha xD Kalo Amalia pribadi sih kangen waktu bawa kue. Iya, terus dimakan bareng-bareng sama anak-anak~ sudah jadi rahasia umum, Evan sama Ervin paling dominasi minta kuenya/? Oh iya, di kelas kita punya stationery berjalan, nggak usah khawatir  kalo disuruh make lem, isolasi, jepretan, kita punya Nusha!!
Duet mau baris terdepan?? Ada ijul sama fafan!! Suara mereka merdu sekaleeeh /insyaAllah nggak bohong Nyanyinya galau muluuu. Galaunya sih gara-gara si fafan putus dari destia (season 8 cinta fitri kalah dengan drama mereka kala itu) terus berlanjut ke gagalnya si pak ketua memperoleh hatinya dek lita :v daaan pada akhirnya fafan taken sama dek vira tapi akhirnya putus juga ._.v ada lagi duet couplenya bancie, baris terdepan jugak. Yak, ada evan sam bintang. Hueheheheh xD mereka so sweet, kemana-mana bareng.main catur bareng, debat bareng,semuanya bareng…  Lengkeeeett banget, kayak lem/?  Duet boy band jugak ada. Ada yang tauu?? Jawabannya adalah ilmas dan billy. Kenapa? Mereka sama-sam muka muka potensi boyband. Selain fisik, talenta mereka jugak menunjukkan bakat boyband/?
Next, waktu hari kartini, waktu ngerangkai bunga kita nggak nyangka kalo bisa menang juara dua!! Dapet uang lumayan lagii~ makasih Pak ketua, atsilah, evan usahanya, kalian membanggkan!! Nasi tumpeng emang nggak menang, tapi enak kok!^^#telatiiih adalagi, waktu di bali, bis tiga HUEBOOOH POOOLLLL nyanyi-nyanyi sepanjang jalan. Tapi saya rasa ada yang kurang. Tidak seluruh yang ikut ke bali, jasi kurang lengkap ya /? Terus apa niiiih? Hari terkhir-terakhir mah nggak ada yang specsal dari kelas ini. Tapi memang berat rasanya meninggalkan kelas penuh sejarah ini. Saranku, nanti kalo kita udah pada punya anak, jangan lupa ceritakan ke mereka masa-masa putih biru kalian rek, ini memang patut diceritakan, cocok buat dongeng pengantar bobok~~ oke flashbacknya udahan, nanti kalo ada tambahan, amalia tinggal ngedit lagii :v
Terakhir, terimakasih ya reeeeekkk, kalian semua nggak akan aku lupain, haram hukumnya melupakan kalian dan kenangan yang indah dengan kaliaaan, very very very love you reek, muah muah muah~~

Nah udahan dulu ya, udah malem, mata mulai pedes, besok harus bangun pagi nyiapin semua menuju Hari Kemenangan. Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah, dan Ramadhan berharga kali ini dapat diambil pelajarannya untuk 11 bulan lainnya, aamiiiin Taqobbalallahu minna waminkum, taqobbal yaa kariiim mohon maaf setulusnya~

Sugeng ndalu, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh~

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUUH #WendyStyle

Di malam yang sunyi senyap ini, saya yang sedang sendiri tiada kawan di rumah dan hanya ditemani secangkir teh hangat, akan memperkenalkan kawan-kawan di akhir masa putih biru saya /eaaaa Sebelumnya, bagi kalian yang membaca dan kebetulan kalian dijelaskan di sini, jangan kaget akan penilaian dari saya, jangan diambil hati. Ini hanya buat hiburan semata. Maafkan sayaaa~ Well, silahkan dibacaaa ^^

1.      Amalia Zulfa Pritasari
Ini saya, panggilannya amal, caties, bendahara sukarela, anak cewe paling mungil di kelas, self-proclaim cantik :v fansnya Ponaryo, suporter SriwijayaFC mulai SD, berjilbab, jawa style, kadang metao, sabar, kadang lola, cerewet, bisa teriak tapi pelan tapi kadang bisa keras kalo terdesak, baik pake bangeett, jomblo lagi nunggu #ngodeparah

2.      Anastasia Fairus
Panggilannya tasya, tapi kalo saya yang manggil anas :v directioners, partner kalo di lab listening, rutin sholat dhuha, lagi nunggu Mas Smasa, sering tergoda sama Amal/? Pinter (y)

3.      Andree Budiono
Panggilannya Budi, sukanya bis, kalo ada bis liwat mesti noleh, pangkalannya di tawangalun, bosen liat mukanya karena udah 3 taun sekelas, sukanya mesoh, baru putus sama anak Depok, punya janji kalo udah beli truk pas nraktir anak sekelas tapi itu sekarang hanyalah omong kosong~

4.      Intan Permatasari
Panggilannya Intan, suka sama anak kelas inisial S :v punya history juga di kelas, pernah deket sama guru matematika :v akhir-akhir ini sering ijin, sahabat ane mulai SD, udah 4 taun sekelas sama nih anak, sabar, rajin, pinter itung-itungan, pake kacamata awal semester 1

5.      Intan Rahmawati
Dipanggil Mbak Tan, Intan R, tapi kalo ane yang manggil R ajaa :v kerudungan, cantik, tapi manggil ane “cantik”, sabar, super baik, pinter, kalo ketawa ngredit alias nyicil, lagi taken, jadian tanggal 11 Mei di Hotel Lantai II, semoga langgeng ^^

6.      M. Firjoun Asiasi
Dipanggil Joun, tiga taun sekelas, dulu sampai kini megeli, pinter mtk, suka menghina, akhir-akhir ini duduk sama Ilmas di belakang, tapi sama Sutan jugak..

7.      Moch. Ali Ridho
Dipanggil Ridhok, Ali onta, Riza Sahab, Caties, nggak ngehargai usaha orang waktu ulang tahunnya, jahat, pengkhianat, pendusta /haha lawak, angket hidung termancung di kelas, pinter, perutnya lagi hamil

8.      Vino Dzaky Nurcahya S
Dipanggil Vino (Mager), kacamataan, setelah kecelakaan dia pulang naek becak, kagak ikut ujian praktek olahraga, tiga taun sekelas sama ane, bosen liat mukanya ._.v pinter komputer, jago IPA MTK, suka sama Rara, kalo les sore mesti gak pulang dan selalu mager --“

9.      Wafi Iqbal Wahyutama
Bisa dipanggil Wafi, SyahruKhan, hitam kecap, tinggi ceking to the max, partner ane (bendahara 2), serba tau, kalo udah narikin kas selalu bawa dompet, rumahnya di kampus, sering dibuat kerja kelompok, punya sodara di Solo (kayak Bisma katanya), suka Chelsea, lawak berkualitas, lagi taken sama Intan R ^^ heboh waktu pertama kali punya twitter, sering ngece ane, ngebully ane jugak -.-

10.  Weiheilmina Syahraya
Bisa dipanggil Raya, Belanda, cantik, dulu ada apa-apa sama pak S*ury*o /kabooor, lagi jomblo, duduk di depan ane, sering minta minum, sering nggak bondho, sekalinya ngejek pasti JLEEEBBB

11.  Ervin Ubaidillah Afni
Bisa dipanggil Ervin, cerdas MTK, jago futsal, cuma ane aja yang bilang mukanya dia mirip Neymar tapi dia nolak :v bonek, anak mangli, ane pernah dimesohin -,- Adeknya banyaak, tapi nggak mau dikasihkan satuuu aja, medhit!

12.  Ilmas Kurnia R
Bisa dipanggil Ilmas/Samli, rumpik, punya guru idola (bu Irna), bakat jadi boyband, aremania, pernah nekad mbolos cuma gara-gara pengen liat Arema, ngomonge kadang diwalik-walik, lawak, gak jelas

13.  Indah Trisha Farmana
Bisa dipanggil Indah, sahabat ane mulai kelas delapan, lawak, kalo ngomong kadang kagak bisa direm, pake behel mulai kelas delapan, kerudungan, kalo foto cantik /haha, rumahnya Jenggawah, tapi sekarang ngekost di kampus, anak yang paling sering nginep di rumah ane, suaranya bagus apalagi kalo udah nyanyi lagunya Raisa, pengen ikut Indonesian Idol katanya

14.  Lili Mira Julia Rahma
Panggilannya Lili, nama lengkapnya penggabungan dari nama 4 orang/? dia manggil ane “Cimal”, temen sebangkunya tasya, rumahnya muktisari, anak yang sederhana, tapi aslinyaa….. WAH!! Pernah bohong liburan ke Sidoarjo padahal ke China. Baru-baru ini pergi umroh '3'

15.  Yanuar Ridwan Hisyam
Panggilannya Yanto, tinggi kurus ideal, pacarnya Jati, kalo les bareng Jati, terkadang semaunya sendiri/kardi, medhit,  eyangnya tetangga ane, ibuknya temen ibuk ane, ibuknya sering nggosip bareng ibuk ane -.-

16.  Aulia Fahira Majidah
Panggilannya Aul, Aulia, chubby, kerudungan, putih seputih gula pasir, mungil, suaranya kecil, kembarannya Amal, punya adek laki-laki ane panggil Pi’i, penyabar pake bangeett, korban bully, korban paksaan lesnya Amal, rajin sholat dhuha bareng Intan P

17.  Rahmawati Liviyani S
Panggilannya Vivi, cuantik puool, model, baik, nggak sombong, kembarannya Amal jugak :v selain cantik, badannya pun kutilang :v dulu ternyata TK Al-Amien tapi ane nggak kenal, ibuknya mirip sama dia /jelasss, punya mas hidungnya mancung..

18.  Siti Adira Nurrachmah
Dipanggil Siti, Dira, kudungan, putih seputih rawon, gak pati ayu, kadang nggak nyambung, suaranya melengking, kalo nyanyi TOP BGT tapiiii keceng maksimal :D

19.  Sutan Fazha Panatagama
Dipanggil Sutan, anaknya manajer matahari, sugih, kulit hitam, pinter maen futsal, jarang ngomong, sekali baca soal suaranya cuma bisa didenger semut, huehehehe .-.v btw, makasih udah nolong sayaa

20.  Novan Stradivari SF
Bisa dipanggil novan, dulu temen TK+SD, mulai dulu sampai sekarang badan tetep gitu-gitu aja (tetap subur), pacarnya Pidha, duduknya sama Mager (read: Vino) di depan persis meja guru, teruuus udah wes.

21.  Siska Brilliant Ramadhanty
Bisa dipanggil Siska, Ncis, tapi kalo Amal yang manggil selalu Mbak Cici, alasannya: mirip Cici Tegal, kerudungan, punya badan ideal, brilliant sekali (apalagi mapel mtk), mbaknya cantik, sering rumpik di grup, punya hubungan terselubung dengan adek kelas namanya Abim, hehehehe

22.  Annusha Chandrika P
Bisa dipanggil Nusha, pengen gemukan, baik, stationary berjalan, rambutnya bagus, selalu rapi, rumahnya baru pindah, dulu jadi seksi PR, rajin, tulisannya ruapi bangettt, btw font di hape ane hampir mirip tulisannya dia .-.

23.  Arizha Izzul Ilmi Nisa
Panggilannya Ijul, kesayangannya Fiba, kerudungan, mirip Adiba, nagh Balung, ngekost, pipinya like a bakpao, idung pesek, tapi tetep cantik~ suaranya bagus tapi kadang cempreng, suka selfie, sering BM,  jadi gurunya fafan, wafi, dll kalo urusan cewe, cerewet punya, peka detected. Mau modus? Mau pinter PHP? Hubungi saja Ijul~

24.  Brilliant Putra Esa S
Panggilannya Billy, talenta boyband, jago gitar, temen sebangkunya Yanto, baru lepas behel, kece di bawah standart, ngidol Sonya (bukan Sonia), cerewet, rame, heboh, kadang omdo~

25.  Mochammad Zhafran RH
Panggilannya Fafan, pak ketuaaa, masnya Aul, temen bangkunya random, tapi sekarang sama Ijul. Ketua yang bijak, lawak, seruu, nggak terlalu ngoyo, suaranya cempreng, kalo udah nyanyi di kelas suaranya bagus sampe bikin bangku bergetar :'D

26.  Rahmayani Purwati
Panggilannya Yani, phobia ayam, les di neutron (kadang ane nebeng), dulu sih suka sama Mas Imam, tapi kalo sekaraaang udah beda lagi, kadang cerewet, jail kadang iya, jago mapel bahasa Indonesia, directioners, dulu kelas delapan jadi ratu yadong, tapi sekarang kayaknya udah nggak '3'

27.  Shafira Khairunnisa
Fira panggilannya, alias kaor-kaor alias kucingnya Fafan, duduk sama Yani. Pake jilbab mulai kelas delapan,  anak tunggal. Sawo mateng, badan agak melar, dikiiit ._.v idungnya mancung, satu lagi, dia punyak gigi rapi nan putih yang pasti bikin envy ._. jado renang, tapi kalo udah lari sebaris sama ane xD pernah nekad nonton konser Big Bang ke Jekardah, kadang lola, tapi asyik~

28.  Titanys Septianti
Ini panggilannya Titan, Titit, Titun, apalagi daah~ Caties, pacarnya Iqbal, tanggal jadiannya antik 11-12-13, Juwita Bahar KW2, hapenya nokia E63, online shop, duduk di pojok belakang, mulai dulu nggak berubah (bisa jadi bantal) huehehehe, anak Biting, loyal, sederhana, perhitungan, nggarai mangkel, sering pinjem hape ane..

29.  Atsilah Nouriza
Ini panggilannya Atsilah, 100% anak Jenggawah, caties, KAJOL suka jepang, apalagi sama anime (tapi sekarang mulai bosan), temen sebangku ane yang paling lama selama kelas sembilan, kocak ya nggak terlalu kocak, bisa heboh, cuek, bisa jadi penengah yang baik, kalo presentasi selalu MANTAP.. Suka sama Bayu 9B /kabooor, duduknya bareng Titan, suka selfie bareng Titan, alay, suka korea, lagi suka ngedengerin lagu dari Tulus, kalo dihina sama Amal selalu nggak terima. Lagi jomblo, katanya jodohnya itu mas Lazuardi, hihi

30.  Bintang Nuralamsyah
Hoaaam, biasa dipanggil Bintang, anak pinter, lawak garing :v historynya absen nomer 4 /kabooor, nggak ikut ke Bali, nggak ikut foto buat buku kenangan, paling dihafal sama guru karena kepinterannya, anak tunggal, kalo ngomong nggak pake spasi -.-v

31.  Devika Zara Zafirah
Biasa dipanggil Devika, tapi kalo di twitter Zaf ._. suka anime,rumahnya Kalisat, gudangnya film anime, duduk sama Diva, pinter bahasa Indonesia, anunya ada di sebrangnya triplek ._.

32.  Dhealelia Munandari
Biasa dipanggil Lia sama Bu Suyani, tapi anak-anak manggilnya Eli, sering nebengin Amal, sebangku sama Aul, kalo manggil aul mesti “cil kecil” suaranya banter nggak usah pake toa, pinter kalo itung-itungan, rumahnya di tegal besar, kalo jemput Amal suka ngomel-ngomel sendiri, historynya Rio, sekarang lagi deket sama Nan’s yang sampe sekarang ane nggak tau Nan’s itu siapa, suka ngebully kaum tertindas..

33.  Diva Almira Chairany
Biasa dipanggil Diva, anak tirinya pak suryo/? Pinter matematika, paling muda di kelas, rambutnya keriting, termasuk tinggi di kelas, makhluk nokturnal di WA, multitalent, serba bisa, pinter semua bidang weeeess!!

34.  Evan Mika Subnafeu
Panggilannya Evan, keponakannya Pak Suhadi, saingannya Wafi kalo masalah keeksotisan kulit, cerdas, pinter fisika matematikaa, sering bawa laptop ke sekolah, bisa diandalkan waktu presentasi, pinter komputer, pinter maen catur, suka makan tapi nggak bisa besar, couple ataupun separuh hati ataupun sohibnya Bintang/?

35.  Farah Azwinda
Panggilannya Winda/Ibuk, dulu SD Al-Furqon, temen sebangkunya Nusha, baik, pinter, tapi sering nipu orang, dulu pernah jadi bendahara tapi nggak kuat mangkannya digantikan sama Wafi, hidungnya mirip elang kata Wafi :v

36.  Sofie Rahmadianti
Panggilannya Sofie, tepos to the max, kurus tinggi langsing, badannya luwes, suka sama Aji, kalo jadi anak marfat cocok, bahasa inggrisnya jago bangeeettt, kalo presentasi bagus, duduk sama Vivi, punya muka potensi mesum, jiakakakaak, sori Sof soriii xD

37.  Sylvia Anggraini
Panggilannya Sylviang, Caties, Melly Goeslaw, temen sebangku ane selama 3 bulan terakhir,awalnya duduk sama Titan, menguasai seluruh mapel UN, baik tapi pelit, rambutnya keriting, kembarannya Safbud, sering jadi korban tamparannya Amal, nggak bisa ngomong R .-.v

Huuuft, sudah selese semuaa, pas tepat 36 makhluk (tidak terhitung absen pertama) yang beraneka karakternya. Makasih ya, Rek sudah bikin hidup Amal menjadi berwarna selama 1 taun terakhir di Spada, makasih sudah memberikan banyak pelajaran buat Amal~ Weeh, dengan habisnya teh saya, saya mau nyuci cangkirnya dulu sebelum orang rumah pada pulang. Ini masih part satu, tunggu part-part yang lain di lain waktu. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, matur nuwun daaan 

Wassalamualaikuum~

Powered by Blogger.